Category Archives: Halal

All about halal life style

Day 13: Thing I am Excited About

Standard

Sebenernya saya agak bingung, apa ya bedanya “thing I am excited about” dengan “things that make me really happy”. Toh keduanya sama-sama membuat senang atau bersemangat 😀 Karena buat saya yg membuat saya senang itu ya otomatis membuat saya semangat, begitupun sebaliknya 😀

Mungkin temen2 di sini yg sudah ngikutin 30 day writing challenge ini dari awal, sudah cukup hapal dengan beberapa hobi saya, yaitu traveling dan making itinerary. Basically, hal-hal inilah yg selalu membuat saya bersemangat dalam menyongsong hari-hari saya #eeaa. Ketika saya tahu saya akan berlibur ke suatu tempat, maka mulai dari persiapannya hingga hari demi hari menuju the D-Day itu benar-benar penuh dengan penantian yg menggembirakan.

Namun, rasa-rasanya saya sudah cukup sering dan banyak mengupas tentang hobi jalan-jalan ini, sehingga sepertinya sudah tidak ada yg bisa dituliskan lagi (untuk saat ini). Akhirnya, setelah berpikir keraass, saya menemukan juga hal yg membuat saya bersemangat namun tidak otomatis membuat saya senang. He he. Karena hal yg membuat bersemangat ini terkadang juga penuh dengan aral lintangan serta cobaan berliku. Eeaa.

So without further a do, here it is…

Baru-baru ini saya menemukan hobi baru mencoba membangkitkan kembali hobi lama saya yaitu berjualan. Awalnya saya kira berjualan itu mudah ya kayak gitu aja, cari supplier, posting foto-foto yg bagus, membuat kata-kata yg mengundang, terkadang memberi diskon pada event-event tertentu, menjadi contact person yg ramah bagi pembeli. Sudah. Setelah saya mempraktikkannya selama beberapa waktu, ternyata berjualan is not easy AT ALL! Not even close ><

Saya jadi ketemu berbagai tipe customer dan jadi belajar bagaimana cara menghandle-nya (psst, tidak semua customer menganggap penjual itu juga manusia yg punya rasa punya hati loh >< ). Saya jadi tahu cara promosi toko itu tidak hanya melalui cara-cara yg gratis, terkadang ada sedikit yg harus kita korbankan demi hasil yg lebih besar lagi. Dan masih banyak lagi.

Herannya, mempelajari trik-trik berjualan ini membuat saya bersemangat, walaupun sebenarnya jatuh-bangun juga, sering bapernya, dan saya jadi pernah merasakan ditusuk dari belakang oleh teman sendiri. Oh yes, life is hard, kawan T_T

Dengan berjualan, saya jadi lebih bisa merasakan bahwa “rejeki itu tidak akan tertukar”. Udah titik. Tapiii bukan berarti kita diam saja menunggu rejeki yg memang sudah ditakdirkan untuk kita itu. Kita harus berusaha semaksimal mungkin meraihnya dengan cara-cara yg kita bisa dan tentunya juga harus halal caranya 🙂

Selain itu, sebisa mungkin apa yg kita jual harus dapat bermanfaat bagi sekitar. Atau minimal hasil dari penjualan kita, kita sisihkan juga bagi yg membutuhkan. Memberi dulu, baru menerima 🙂

Rasa-rasanya sejak benar-benar men-seriusi jualan, saya jadi merasa makin keciilll banget di hadapan Allah. Berbeda dengan ketika saya dulu mendapat “rejeki” yg rutin per bulan dengan jumlah yg sama, saya dulu rasa-rasanya menjalani hidup dengan monoton dan kurang bersemangat. Karena ada perasaan toh tiap bulan saya juga pasti akan dapat segitu (ini sih sayanya aja ya yg cetek imannya, insya Allah temen2 nggak kayak gitu ya 🙂 ). Tapi sejak merasakan tertatih-tatihnya jualan, saya jadi merasa setiap hari saya harus melakukan sesuatu jika ingin dapur terus ngebul toko saya bisa terus buka dan terus memberikan manfaat untuk sekitar.

Mohon doanya ya kawan, semoga saya bisa selalu istiqomah, dan juga bisa lebih bermanfaat lagi bagi orang lain dengan hal yg saya bisa 🙂

Baiklah, sekian dulu untuk hari ini, sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya ^_^

*****

PS: Untuk yg bertanya-tanya, apa sih yg saya jual, he he, karena postingan ini ceritanya bukan untuk mempromosikan toko saya, saya nggak ingin mencantumkan link menuju toko saya. But since you were asking (emangnya ada gitu yg nanya? 😛 ), saya sekarang punya dua toko online. Yang satu menjual jilbab dengan berbagai ukuran dan banyaakk warna yg insya Allah menutup dada, bisa dicek di http://www.instagram.com/nadsbeautyhouse . Yang satunya lagi menjual snack impor Jepang yg halal dan juga barang2 lucu unik dari Jepang, bisa dicek di http://www.instagram.com/michikogoodies 🙂

Please kindly check my online store that sells hijab at http://www.instagram.com/nadsbeautyhouse and sells Japanese halal snacks and unique goodies at http://www.instagram.com/michikogoodies 🙂

meiji-matcha

One of Michiko Goodies’ product 🙂

 

We are Ready to Back on Track!

Standard

Di beberapa postingan terdahulu, saya sempat cerita bahwa saya dan suami punya youtube channel yang membahas halal tourism di Jepang. Long story short, sejak September 2015 lalu, karena kami merasa masih kurangnya kesadaran umat Muslim tentang pentingnya kehalalan suatu makanan, dan karena kami melihat bahwa Jepang masih merupakan tujuan wisata populer di kalangan umat Muslim, saya dan suami pun memulai youtube channel yang bernama Halaljapanlife https://www.youtube.com/halaljapanlife (go check it out!). Alhamdulillah, sambutan pemirsa (caelaa) sangat baik ^_^ Senang rasanya informasi yang kami berikan di sana bisa bermanfaat untuk semua.

Bulan April 2016 lalu, Alhamdulillah, our youtube channel was featured on Majalah Cahaya Hati. Semoga dengan adanya artikel di majalah tersebut, semangat untuk selalu berusaha mencari makanan halal bisa menular ke temen-temen semua yg baca artikelnya ya 🙂

Dan tanpa disangka-sangka, hari ini kami mendapat email dari http://www.tripfez.com, sebuah website untuk memesan hotel yg Muslim-friendly. Dalam email tersebut, kami diberi tahu bahwa lagi-lagi kanal youtube kami di-feature di website mereka. Ini linknya. Ketika saya membuka link yang mereka berikan, saya terharu sekali melihat judulnya. “7 Youtube channels Every Muslim Traveler Should Subscribe To!” :’) Sungguh tidak menyangka bahwa hal sederhana yang kami lakukan diapresiasi begitu besar oleh orang lain :”) Dan yang lebih membuat saya terharu lagi, nomor 1 dalam list tersebut adalah Dina Tokio!!! Dan 5 kanal youtube lainnya juga sangat keren kereeenn!!! Apalahhh kami ini dibanding youtubers-youtubers ituuuu T_T

Kejutan hari ini seakan mengingatkan saya untuk tidak pernah berhenti berkarya dalam hal apa pun yang kita bisa, dan terutama untuk terus berusaha menebar manfaat bagi orang lain :”) Sejujurnya, dalam waktu dekat ini kami berencana mengaktifkan kembali kanal youtube kami. Sudah ada beberapa video yang kami siapkan, dan hanya tinggal menunggu ketersediaan kuota internet untuk meng-upload 😄

Selain itu, guess what? Ada hal spesial lain yang sedang kami siapkan untuk temen-temen semua! Dijamin temen-temen bakal sukaaaa banget dan juga insya Allah bermanfaat yaa.. Bismillah..insha Allah we are ready to back on track again!!

picsart_11-09-06-24-46

Halal Restaurant Manhattan Fish Market and Halal Souvenir at LAOX Shinjuku

Standard

Assalamu’alaykum 🙂

A few months ago, I posted a review about some new halal restaurants in Japan (https://atashinohanashi.wordpress.com/2015/02/23/new-halal-restaurants-in-japan-review/) and many people seem to find that article helpful, Alhamdulillah. So in this post, I’m going to be reviewing another new halal restaurant plus halal souvenir store in Japan.

Manhattan Fish Market

Access: Ikebukuro Station, address: Sankei 33 Building B1F, 1 Chome-4-2 Higashi-Ikebukuro

Manhattan Fish Market (MFM) is an American style restaurant that has more than 50 branches all over Asia. MFM in Japan is halal certified and no alcohol served, so you can enjoy dining here comfortably. They also have Muslim staff, English menu, and when I was there, I felt like all the staffs were willing to speak English (unlike many other restaurants in Japan). The menus are mostly seafood, but they also have chicken. Check their website here: http://www.manhattanfishmarket.com/japan.html

The place is very cozy, they have many kinds of meals and beverages and they are all very delicious, the staffs are very friendly, I don’t really have any complaint or negative review about this restaurant 😀 I definitely want to come back again next time to try other menus 🙂

Muslim Friendly Facilites at LAOX Shinjuku

After going to MFM, we went to LAOX Shinjuku. For you who doesn’t know what LAOX is, LAOX is a department store that sell many kinds of goods, from electronics to jewelry, from snacks to Japanese traditional crafts, and many more. They provide tax free for tourists, therefore this place is very recommended for you who needs one stop shopping center while traveling to Japan. They have many branches all over Japan, but the one we went to was the one in Shinjuku. Check their website here: http://www.laox.co.jp/en/stores/shinjuku/

Alhamdulillah, this past decades Japan’s government is getting aware and considerate about Muslim’s needs. Here in LAOX Shinjuku, they provide decent corner for praying (seperated between male and female) and designated corner for halal souvenirs. They sell many kinds of halal souvenirs such as snacks, crackers, instant ramen, biscuit, and so on. You don’t have to be worry if you are shopping for halal souvenirs here 🙂

*****

To see more detail about MFM and LAOX, take a look at inside them, and where to locate them, please kindly check our video on youtube below 🙂 I hope this article is helpful for you who are planning to go to Japan in near future 🙂

Menjadi Muslim di Jepang

Standard

Assalamu’alaykum!

Menjadi penduduk Muslim di Jepang, di mana pemeluk agama Islam masih menjadi minoritas, tentu tidak mudah. Tidak sembarang makanan dapat kita konsumsi, tidak semua tempat menyediakan fasilitas solat, dan sebagainya. Tidak hanya penduduk saja yang terkadang merasakan sulitnya, begitu juga dengan pelancong yang hanya datang sesekali. Keinginan membeli oleh-oleh berupa makanan sering terhambat disebabkan bahan-bahan pembuatnya yang meragukan.

Namun tidak berarti kita tidak bisa sama sekali menikmati makanan Jepang ataupun berlibur dengan tenang di Jepang. Alhamdulillah dengan semakin meningkatnya keterbukaan pemeritah Jepang terhadap warga/ pendatang asing terutama Muslim, semakin ke sini semakin banyak penyedia makanan Halal maupun fasilitas beribadah di Jepang.

Dengan misi ingin berbagi informasi seputar kemudahan bagi Muslim di Jepang, sekaligus juga meningkatkan kesadaran Muslim dalam berhati-hati terhadap penganan-penganan yang tersedia di Jepang, dan secara umum memperkenalkan tempat-tempat wisata di Jepang bagi siapa saja, saya dan suami mengelola sebuah akun Youtube bernama “Halal Japan Life” 🙂

Di sana, kami berharap pembaca semua dapat memperoleh berbagai informasi di mana dapat membeli makanan/ oleh-oleh halal di Jepang, bahan-bahan makanan yang harus dihindari, serta inspirasi jalan-jalan di Jepang.

Belum banyak yang dapat kami berikan, tapi semoga yanng sedikit ini dapat bermanfaat untuk semua! 🙂 Kalau ada pertanyaan atau permintaan terkait hal-hal yang berhubungan dengan Jepang, boleh banget disampaikan ke kami ya!

Wassalamu’alaykum!

-Halal Japan Life-

Halal in-Flights Meals Review (ANA, Korean Air, JAL)

Standard

Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya mendapat pelayanan makanan halal di beberapa penerbangan yang pernah saya tumpangi dalam perjalanan saya bolak-balik Indonesia-Jepang. Semoga bisa bermanfaat 🙂

Dalam memilih flight yang akan saya tumpangi ke mana pun, hal pertama yang selalu saya pastikan adalah tentu saja ada tidaknya halal meals service. Perjalanan Indonesia-Jepang yang lama (kalau direct saja antara 7-8 jam, apalagi kalau tidak direct) akan lebih baik bagi kita untuk tetap mengisi tenaga selama di perjalanan. Sangat disayangkan, banyak saudara-saudara kita yang kurang ngeh dengan adanya fasilitas halal meals ini dan akibatnya menerima begitu saja makanan yang disediakan di dalam pesawat. Semoga kita tidak termasuk di antaranya ya, karena menjaga kehalalan makanan itu sangat penting bagi kesehatan, tidak semata-mata kesehatan jasmani, namun juga kesahatan rohani kita 🙂

Selama dua tahun saya tinggal di Jepang ini, 3x pulang terakhir, saya selalu cari tiket di http://www.onetravel.com berkat contekan salah seorang rekan di sini yang bilang bahwa dari website tersebut bisa dapet tiket muraahh banget tapi bukan low cost airlines 🙂 Sejauh ini Alhamdulillah memang benar adanya, saya dapat 3x tiket PP murah untuk penerbangan ANA (All Nippon Airways), Korean Air, dan JAL (Japan Airlines) ^_^/

Kalau ditanya kenapa tidak naik Air Asia saja yg memang terkenal murah, sebab, kalau naik Air Asia mostly harus nyari tiket dari jauh-jauh hari kalau mau dapat murah. Sementara dengan onetravel ini, 2x pulang yang terakhir saya beli tiketnya 1 bulan dan 3 minggu sebelum hari H, masih tetap banyak pilihan tiket murahnya. Lagipula, siapa yang nolak tiket murah dari pesawat non-low cost airlines kan?

Nah, langsung aja deh yuk saya ceritain review saya terhadap halal meals dari tiga penerbangan ini.

ANA

Selain melalui onetravel.com, sebenarnya kita juga dapat memperoleh tiket ANA murah dari webste ANA sendiri yaitu https://www.ana.co.jp/asw/wws/ind/e/ . Jika sudah masuk ke website tersebut, nanti setelah memillih keberangkatan dan tujuan tinggal klik “Economy (Discounted Fares)”.

Kembali lagi ke pengalaman saya memesan tiket melalui onetravel.com, saat pemesanan Alhamdulillah tidak ada masalah. ANA adalah company milik Jepang jadi saya tidak perlu transit di mana pun, alias langsung ke Jakarta. Saat memesan tiket ini, kita sebenarnya sudah dapat memilih special meals berupa Halal Meal, atau yang disebut MOML (Moslem Meal), namun kita tetap harus menghubungi langsung pihak layanan konsumen ANA dengan cara menelepon untuk memesan MOML secara official. Lihat keterangan lengkapnya di sini http://www.ana.co.jp/wws/us/e/asw_common/departure/inflight/spmeal/ .

Saat kepulangan pun tiba. Sesaat setelah semua penumpang sudah di dalam pesawat, para pramugari mendatangi beberapa penumpang yang teah memesan special meals sebelumnya, termasuk saya. Pramugari menanyakan apakah betul saya memesan MOML, lalu menempelkan stiker seperti ini di atas kursi saya.

Stiker penanda bagi penumpang yang memsan special meals

Stiker penanda bagi penumpang yang memesan special meals

Pada penerbangan ini, in-flight meals disediakan dua kali, beberapa saat setelah take off, dan beberapa saat sebelum landing. Makanan yang disediakan pertama kali adalah makanan lengkap seperti ini.

Penampakan awal

Penampakan awal makanan

Penampakan box utama

Penampakan box utama

Tersedia menu lengkap nasi-ayam-tumis buncis, seafood, kacang-kacangan, roti-butter puding, dan air mineral. Di gelas kosong di kanan atas akan disediakan soft drink sesuai pilihan kita. Alhamdulillah mengenyangkan dan secara rasa juga cocok dengan selera Indonesia. Selain ini, selama perjalanan, pramugari bolak-balik menawarkan minuman hangat maupun dingin jadi kita tidak perlu khawatir kehausan.

Kemudian sesaat sebelum mendarat, saya dibagikan lagi makanan, namun kali ini hanya berupa snack saja seperti ini.

Snack menjelang pendaratan

Snack menjelang pendaratan

Mohon maaf saya lupa isinya apa, tapi secara tekstur snack ini seperti panada kalau di Indonesia.

Lalu saat hendak kembali ke Jepang, sama seperti saat pulang, saya mendapat makanan dua kali. Menu lengkapnya adalah kentang, scrambled-egg, brokoli, jamur, buah-buahan, roti dan butter, yogurt Meiji, jus jeruk, dan soft drink pilihan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Penampakan saat boxnya dibuka

Penampakan saat boxnya dibuka

Karena saya berangkat dari Indonesia malam hari, saya sampai di Jepang pagi hari, jadi menu kedua yang merupakan snack sebelum pendaratan berfungsi juga sebagai sarapan. Kali ini, saya mendapat sandwhich ikan dan air mineral seperti ini.

Menu sarapan

Menu sarapan

Sayang sekali, untuk menu kali ini agak mengecewakan. Rotinya agak dingin dan keras, ikannya pun masih banyak durinya, jadi susah sekali makannya sambil beberapa kali membuang duri dari mulut. Lalu rasanya sangat pedas >_< FYI, saya penggemar makanan pedas, jadi kalau saya bilang suatu makanan pedas, itu berarti pedas banget. Dan benar saja, saat sampai di apartemen kembali di Jepang, saya langsung diare karena pagi-pagi sudah makan makanan pedas 😦

Korean Air

Kepulangan kali ini merupakan kepulangan yang saya tunggu-tunggu karena penerbangannya yang sangat spesial, yaitu Korean Air!! Kenapa spesial? Tentu saja, karena Korean Air merupakan company milik Korea, itu artinya saya akan transit di Korea! Yeaahh!! ^_^/

Yang membuat lebih spesial lagi adalah, dalam perjalanan pulang ke Indonesia, saya kebagian transit selama 6 jam. Jika bagi sebagian orang transit 6 jam itu membosankan, tidak bagi saya 🙂 Apalagi kali ini saya akan transit di Incheon Airport, salah satu bandara terbaik di dunia.

Nah cerita lengkap tentang transit ini akan saya ceritakan secara terpisah, because it worth one whole post for itself 😀 Sekarang, back to topic, saya hanya akan menceritakan makanan halal yang disediakan Korean Air.

Sama seperti ANA, kita harus menelepon ke layanan konsumen Korean Air untuk memesan Halal Meal secara official. Lihat info lengkapnya di sini https://www.koreanair.com/content/koreanair/global/en/traveling/classes-of-service.html#_ .

Kesan pertama saya terhadap Korean Air adalah pesawat tercantik yang pernah saya naiki. Am I too biased? >_< But, seriously, desain interiornya membawa kesan hangat dengan perpaduan warna biru dan putih, seragam pramugarinya juga cantik banget kombinasi warna biru mudah-putih dan ada hiasan di kepala pramugarinya seperti set pakaian Hanbok. Pokoknya rasanya Korea banget dan membuat kita siap buat istirahat sepanjang perjalanan karena suasana nyaman yang terbangun dari kombinasi warnanya 😀

Karena saya nggak enak kalau ngefoto pramugarinya, saya ngefoto layar di tv di depan kursi saya saja.

Kira-kira seperti ini seragam pramugarinya

Kira-kira seperti ini seragam pramugarinya

Seperti saat menaiki ANA, sesaat setelah naik ke pesawat, saya juga didatangi seorang pramugari yang memastikan apakah benar saya memesan halal meal (juga disebut MOML di sini). Kemudian kursi saya juga ditempeli stiker. Penerbangan pertama ini akan membawa saya dari Jepang menuju Seoul Incheon terlebih dahulu. Karena perjalanan hanya berlangsung 2 jam, saya hanya disuguhkan satu kali makan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Penampakan isi box utama

Penampakan isi box utama

Menu utama ini berisi nasi dengan taburan kismis dan kacang mete, kari ayam, kemudian yang di sebelah kiri itu saya lupa apa 😀 , puding, air mineral, roti-butter, dan green tea.

Penerbangan berikutnya dari Seoul Incheon ke Jakarta berlangsung sekitar 9 jam. Kali ini saya mendapat makanan agak lebih banyak. Pertama, saya mendapat makan set lengkap seperti sebelumnya.

Penampakan awal

Penampakan awal

Setelah boxnya dibuka

Setelah boxnya dibuka

Kali ini saya mendapat nasi briyani, kari daging sapi, brokoli-wortel rebus, salad, buah, yogurt, air mineral, jus, dan roti-butter. Tidak berapa lama kemudian saya mendapat cheesecake seperti ini.

IMG_2082

Alhamdulillah kenyang banget. Saatnya tidur nonton film gratis. FYI, saya jarang tidur sejauh apa pun perjalanan, karena rasanya sayang sudah bayar mahal kalau in-flight entertainment-nya tidak dinikmati dengan maksimal 😀

Kemudian, sesaat sebelum mendarat, saya dapat snack yang sebenarnya cukup besar untuk dikategorikan sebagai snack >_<

Semacam sandwhich berisi sayuran dan lupa apa lagi

Semacam sandwhich berisi sayuran dan lupa apa lagi

Saat perjalanan kembali dari Indonesia, saya rupanya tidak memfoto makanan yang saya terima. Tapi komposisinya masih sama, saat perjalanan Jakarta-Seoul Incheon, saya mendapat dua set makanan, serta perjalanan Seoul Incheon-Tokyo satu set makanan. Nah tapi ada yang sedikit insiden dari perjalanan saya dari Seoul ke Tokyo.

Jadi ceritanya waktu transit saya kali ini hanya 1 jam. Sebenarnya, waktu ini cukup unntuk turun dari pesawat, melewati imigrasi, lalu langsung check in untuk penerbangan berikutnya. Sayangnya, pesawat saya dari Indonesia agak terlambat dari schedule sampai di Seoul-nya. Akibatnya, begitu turun dari pesawat, saya langsung didatangi petugas bandara yang menyampaikan bahwa saya dipindahkan ke penerbangan berikutnya yang menuju Jakarta karena penerbangan yang seharusnya saya naiki sudah tidak mungkin saya kejar. Kemudian saya pun menerima boarding pass baru dan di boarding pass tersebut tertulis “MOML ok”. Dari situ saya berpikir bahwa tidak akan ada masalah dengan makanan yang sudah saya pesan. Saya pun melewati imigrasi dan check in seperti biasa.

Ketika menaiki pesawat, saya heran karena tidak ada pramugari yang mendatangi saya seperti biasa. Saya mulai curiga. Dan benar saja, saat tiba saatnya makanan dibagikan, pramugari langsung memberikan saya makanan yang sama dengan penumpang lain. Kemudian saya bilang bahwa saya sudah memsan MOML, dan saya juga menceritakan perubahan penerbangan yang saya alami serta boarding pass baru yang saya terima. Rupanya benar saja, MOML saya tidak sampai ke penerbangan ini.

Para pramugari Korean Air sangat merasa bersalah dan berkali-kali meminta maaf ke saya. Bahkan (yang sepertinya) head pramugari sampai mendatangi saya dan minta maaf juga. Alhamdulillah karena penerbangan ini hanya 2 jam, dan sebelumnya saya juga sudah cukup kenyang, saya merasa tidak terlalu bermasalah atau pun kelaparan. Dan saya juga sangat menghargai itikad mereka yang sampai meminta maaf berkali-kali. Lalu sebagai gantinya, saya diberikan banyak sekali cemilan (berkali-kali lipat dari penumpang lainnya), yang insya Allah bisa dimakan berdasarkan daftar ingredients di bungkusnya. Jadi secara umum, saya tidak terlalu merasa dirugikan.

JAL

Alhamdulillah, lebaran kemarin (17 Juli 2015) saya dan suami berkesempatan pulang ke Indonesia. Masih melalui onetravel.com, sekitar 2 minggu sebelum kepulangan, kami masih mendapat tiket yang sangat murah. Malahan paling murah di antara 3 penerbangan ini.

Pada saat keberangkatan dari Jepang ke Indonesia, kami mendapat dua set makanan juga, makanan utama dan snack. Tapi ternyata saya lupa ngefoto snack-nya apa. Jadi ini foto makanan utamanya aja ya. hehe

IMG_2587

IMG_2588

Menu kali ini berupa nasi kuning, rebusan sayur-sayuran, ikan rebus, roti, buah, beberapa jenis salad, soft drink pilihan, dan air mineral. Secara rasa agak standar sih sebenarnya, tapi Alhamdulillah yang penting halal dan insya Allah sehat 🙂

Kebiasaan saya saat makanan telah dibagikan ke semua penumpang, saya sering memperhatikan makanan yang diterima penumpang lain. Saat itu, saya melihat penumpang dengan makanan non-halal, selain menerima set makanan lengkap seperti yang kami terima, mereka juga mendapat ice cream hagen dazs. Menurut saya, tumben sekali penumpang tidk mendapat jumlah makanan yang sama. Normalnya, meskipun jenis makana berbeda (halal dan non-halal), semua penumpang mendapat varian yang sama, misal jika penumpang non-halal mendapat dessert, penumpang yg memesan halal meal akan mendapat dessert lain yang halal. Karena penasaran (plus saya memang kepingin makan ice cream), saya pun bertanya ke salah seorang pramugari, mengapa kami tidak mendapat ice cream. Ternyata menurut pramugari tsb, ice cream ini memang tidak termasuk di set menu kami. Meskipun sedikit kecewa, kami pun merelakan saja, mungkin ice cream tsb tidak halal.

Eh tidak berapa lama kemudian, pramugari yang sama datang ke kursi kami dan memberikan 2 ice cream hagen dazs karena ada penumpang yang menolak jatahnya. Alhamdulillah, berdasarkan ingredients ice cream-nya bisa dimakan. Ternyata, memang tidak salah ya pepatah malu bertanya sesat di jalan. Lebih baik malu-maluin (dengan minta makanan) yang penting tidak tersesat kenyang deh 😛

Di perjalanan pulang, herannya kami hanya mendapat satu set makan. Mungkin karena penerbangan kami yang take off hampir tengah malam, diasumsikan penumpang langsung ingin beristirahat di pesawat. Padahal menurut saya sebaiknya tetap diberikan minimal satu jenis snack.

Sesaat sebelum sampai di Jepang, kami mendapat set menu lengkap yang berfungsi sebagai sarapan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Box makanan utama

Box makanan utama

Di set ini kami mendapat nasi goreng, daging-bumbu kacang yang rasanya seperti sate tapi tanpa tusukan, sawi rebus, roti-butter, yakult Indonesia, soft drink pilihan, buah, puding, salad tomat-ikan. Alhamdulillah semuanya enak dan pas untuk sarapan 🙂

*****

Dari ketiga penerbangan ini, kalau disuruh memilih, secara rasa dan jumlah makanan saya paling suka Korean Air. Namun sayangnya, karena harus transit di Korea, perjalanan terasa lama sekali. Kalau antara ANA dan JAL yang direct ke Indonesia, saya lebih memilih ANA karena makanannya yang lebih banyak. Hehe..

Secara umum, saya sangat merekomendasikan menggunakan onetravel.com karena tidak perlu cari tiket jauh-jauh hari untuk dapat tiket murah. Memang tergantung keberuntungan juga sih, bisa saja kalau mepet-mepet keberangkatan, tiket berharga murah tsb sudah habis.

Nah, selamat bepergian, have a safe flight, dan tidak lupa untuk tetap mempraktikkan syariat-Nya di mana pun kita berada 🙂

New Halal Restaurants in Japan – Review

Standard

Alhamdulillah, in only this month (February 2015), I had the opportunity to visit three new halal restaurants in Japan, due to accompany some of my guests who were on vacation here. I am really glad that the growth of Islam in Japan shows promising direction, despite some not-so-good news about Islam that are still airing sometimes in national television stations here. I’m also very grateful that public services in Japan always treat foreigners indiscriminately. However, I know that in some places out there, there are still some difficulties for us to do our religious obligations, but I myself couldn’t thank Allah more that I never be in such condition, and hopefully won’t ever be. Amen.

So far, actually, there were already a lot of halal restaurant in Japan. However, most of them are Indian, Pakistan, or Turkish Restaurants. There are also some Indonesian and Malaysian restaurants of course, but fortunately, recently, many more kinds of halal restaurants open, such as Italian, Chinese, and even Japanese. The more the merrier, right? 🙂

Ok, without further ado, here are my reviews about those restaurants.

Ippin

Japanese food – 15 minutes walk from Ebisu station, west exit

Fifteen minutes walk for me is not so close, and we also have to pass some small hills to reach this restaurant.

Nama Ippin sendiri berasal dari Upin-Ipin dengan mencari kanji yang bisa terbaca mirip dengan "ipin" :)

Name “Ippin” came from “Upin-Ipin” by finding Chinese character (kanji) that can be read similar to “Ipin” 🙂

Some of the menu. There are some more but I forgot to take the picture of them.

This is the menu that I ordered that time. It is called Japanese Genovese style chicken shiso flavor, price 900 yen. It includes the chicken, a small bowl of rice, salad, and miso soup.

IMG_0347[1]

Menu I ordered

The meal was actually delicious and has that authentic Japanese flavor. So for you who want to taste the real Japanese food and halal, this menu is recommended. However, the portion was a bit small, so I didn’t feel full enough after eating it.

There are also some wagyu meet menus and they were amazingly delicious. My friend ordered that, the price was over 1000 yen and the size was the same as the rice bowl of the picture above >_< I tried a teeny tiny small bite of the meat, and it did melt inside my mouth (drooling-red).

My other friend ordered a chicken ramen and fortunately this time, the portion was big!

The chicken ramen

The chicken ramen

I tasted it also and it was very tasty and authentic. So if you are very hungry at the time you come to this restaurant, I recommend you to try the ramen. Where else we could find halal ramen, right?

Good: the service is good, the waiters are nice, the foods are delicious, and the place is cozy.

Not-so-good: because the location is not so close from the station, and the portions are not so big, all of us already felt hungry again after we were back to the station 😛 Even some of my friends planned to eat again at another restaurant!

Tokyo Chinese Muslim Restaurant

Chinese food – 2 minutes walk from Kinshicho station, south exit

In front of the entrance

In front of the entrance

They have sooooo many variations of food you could imagine and most of them are under 1000 yen. I came here with my husband and we took so long to choose the meals. We finally decided to order a kind of chicken menu, a kind of vegetable menu (we chose stir-fried eggplant with their special sauce), a beef skewer, a lamb skewer, and aone portion of their famous vegetable dumpling.

Our orders before the dumplings came

Our orders before the dumplings came

The vegetable dumplings

The vegetable dumplings

You can spot the different of their rice portion and Ippin’s rice portion, can’t you? And for all of these, we only have to pay 3000 something yen!

We just love them too much

We just love them too much

Good: Very near to the station, the portion of the foods are big, taste yummy and satisfying, have many kinds of variations you can choose, and they even have a small praying space. This restaurant is absolutely my favorite and I want to go back since there are still so many foods I haven’t tried yet 🙂

IMG_0390

Praying space for one people

Not-so-good: While we were there, there were only two other guests beside us, and after they finished cooking our orders, the cooks slept on one empty table (when I said slept here means literally laying their body down on the chairs), and the waitress ate on another empty table. I understand that they must be really tired, but I think this was not a very good attitude in front of customers. This is forgivable but I hope they won’t do the same things in the future.

Sekai Cafe

International food – Asakusa station, 50 meters walk from Kaminarimon

This cafe was just open on November 11th, 2014 ago. It is very easy to reach and exactly inside the crowd of Asakusa and Sensoji Temple. Just as its name, (sekai means world in Japanese), this cafe provides not very specific kind of food, so let’s say it provides international foods.

Since its location is inside the main attraction of Asakusa, adding the fact that it provides halal foods, it is understandable that the price is rather expensive for just a cafe. And unfortunately, they don’t have many variations of menu.

I went here with my husband and one of his friend. So when we were contemplating thinking which menu we should choose (among those not so many options), we thought that because the price of yakisoba and grilled lamb is the same (1000 yen), the yakisoba must be in a giant portion, and there might be some chops of chicken or meat inside it. But, when it came, not only the portion is so-so, the taste was not exceptionally delicious, and there were only noodles, salt, and paprika inside it. I just wasted my 1000 yen for 250 yen raw noodles I could buy at the supermarket and I could cook by myself!! 😦 T_T

My husband and his friend ordered the grilled lamb with focaccia bread (1000 yen also). I can say that the price is acceptable since the meat portion is quite big and it didn’t smell bad as usual lamb. But acceptable here doesn’t mean that we want to order the same thing in the future (maybe).

We also ordered two kinds of smoothies, strawberry and apple pie, 500 yen each, inside 200 ml glass bottle. I still feel they were pricey for that size, but I did accept it since the smoothies tasted yummy and refreshing. But again, I might don’t want to order it for the second time.

Left: Apple pie smoothies, right: strawberry smoothies

Left: Apple pie smoothies, right: strawberry smoothies

Our orders

Our orders

Good: the location is easy to find, the place is cozy and youthful, the service is good, and we thought we met the owner at that time, and the owner was very nice, and he even informed us another halal restaurant around Asakusa. Another good thing is, when we were there, there was a Muslim waitress (she wore hijab). I guessed she’s from Malaysia, and I was right when I talked to her. On her apron, there was a sign with “Sorry, I can’t touch beer” written on it! I really appreciate this detail and I do hope other Halal restaurants will do the same thing from now on 🙂

Not-so-good:

Still about the waitress, at the first time I talked to her, I tried to speak in Malay language, since I felt we are neighbor, no need to talk in other languages. But she couldn’t reply with Malay, too. Maybe she was surprised or nervous, she looked confuse and in the end only answering with one or two words and very soft voice. On the second attempt, I tried to ask her in Japanese, because I think she must be good in Japanese since she’s working there, right? I was only asking what inside their pizza menu is, but she couldn’t explain in Japanese, too. In the end she answered with English. When she brought our dishes to our table, she looked very confuse where to put the plate, fork, and knife. I can see that she must be a trainee, and I accept her nervousness. I just want to say good luck for her and don’t be afraid of costumer’s questions 🙂

Another not-so-good point of this cafe, there is no detail explanation of what’s inside every menu, and not all menu have picture of them. When I was there, there was a sign of “today’s special pizza”, and “vegetable pizza”, but when I asked the waitress what’s inside the “today’s special pizza”, she said that they only have one kind of pizza. So I find that pizza sign is confusing and they’d better not to write two kinds of pizza if they only have one kind.

However, I want to give my sincere appreciation to this cafe, since they respect the fact that Muslim not only can’t drink beer, but we also can’t touch it. I hope they can improve their services, add some more menu, and add the specialty or their signature to every menu so that even if we have to pay a bit more expensive, we will still feel very satisfy after eating them. I do hope the best for Sekai Cafe in the future! 🙂

*****

So that’s gonna be all for this review. I hope you find this helpful to know more options of halal restaurants in Japan, and I somehow hope the management of the restaurants I mentioned here read this review by accident, so that they can improve their services to the customers 🙂