Hal-hal di Indonesia yang Bisa Bikin Kaget Orang Jepang

Standard

Rasanya tidak terlalu berlebihan kalau saya katakan bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang penduduknya sangat-sangat mematuhi peraturan. Pemahaman bahwa peraturan yang dibuat itu adalah untuk kepentingan bersama memang sudah ditanamkan sejak dini. Di Jepang, pendidikan utama terhadap anak-anak bukanlah calistung, melainkan pendidikan moral, seperti membiasakan mengurus diri sendiri, budaya mengantre, mengucapkan maaf dan terima kasih, dan lain-lain. Akibatnya, tidak mengherankan jika Jepang memiliki tingkat kriminalitas yang rendah (walaupun tidak nol sama sekali).

Sebelum saya tinggal di Jepang 3 tahun lalu, saya sempat beberapa kali berkenalan dengan orang Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia, lebih khususnya ke Bandung. Saya pun sempat mengantar teman-teman Jepang saya itu bepergian selama di Bandung. Ketika berjalan-jalan dengan mereka, sempat beberapa kali teman saya itu melontarkan kekagetan terhadap yang ia lihat di jalan raya😄 Dulu saya pikir dia kaget hanya karena tidak terbiasa melihat yang ia lihat itu di Jepang. Saya pikir, wajar saja jika terdapat beberapa perbedaan antar satu negara dengan negara lain. Dulu bahkan saya sempat merasa bangga lho dengan ‘keunikan’ Indonesia ini. Namun, setelah saya merasakan tinggal di Jepang dan mau tidak mau jadi ikut mematuhi peraturan di Jepang, saya jadi malu sendiri kalau ingat hal-hal berikut ini yang masih sering sekali terjadi di Indonesia.

Jarak antar kendaraan

Seperti yang kita semua tahu, di Indonesia jarak antar kendaraan di jalan raya sangatlah mepet. Pokoknya selama masih ada space, sayang banget kalo nggak diisi. Kita semua juga tahu bahwa sebenarnya ini sangat-sangat berbahaya. Bagaimana jika terjadi sesuatu di depan kita yang mengharuskan kita menyetir mundur kendaraan kita, sementara jarak kita dengan kendaraan di belakang terlalu dekat? Berbahaya sekali kan >_<

Di Jepang, jarak antar kendaraan sangatlah jauh. Saya kurang paham sih standarnya harus bereapa meter, tapi kalo saya perhatikan jaraknya antara setengah sampe satu buah mobil. Dan bahkan motor aja nggak nyelip di antara mobil atau berhenti di samping mobil. Motor dan mobil berada pada satu garis lurus yang sama. Nggak heran waktu temen saya orang Jepang yang saya ajak jalan-jalan di Bandung naik mobil dulu sampe kaget banget ketika tiba-tiba ada motor yang stop di samping mobil saya😀

Naik motor lebih dari 2 orang

Mungkin kita maklum kalau ada orang Jepang yang kaget motor di Indonesia dinaiki oleh 3 orang, dan bahkan kadang-kadang ada anak kecil yang duduk di depan bapaknya yang lagi nyupir motor. Tapi ternyata, orang Jepang kagetnya lebih-lebih karena di Jepang sendiri, motor itu hanya diperuntukkan bagi satu orang. Jadi panjang jok untuk duduknya itu hanya cukup untuk satu setengah orang, yang setengahnya lagi biasanya untuk naroh barang.

Di Jepang, sepeda (maupun motor kalau tidak salah) terlarang dinaiki oleh dua orang. Untuk sepeda saya yakin 100% terlarang, tapi untuk motor sebenarnya saya belum crosscheck lagi secara hukum, tapi begitulah yang saya dengar. Dan memang saya belum pernah melihat orang berboncengan naik motor di jalan raya, plus ukuran joknya tadi yang memang tidak memungkinkan bagi dua orang.

foto motor jepang

Foto motor di parkiran kampus. Kecil kan joknya😀

Tidak memakai helm

Untuk yang satu ini bahkan bagi orang Indonesia aja sebenernya sudah merupakan isu yang sering dibahas. Harusnya kita tahu ya bahwa helm itu bukan sekedar aksesoris dalam perjalanan, namun untuk kepentingan kita sendiri. Saya sendiri heran kenapa ada orang yang bisa dengan sok gagahnya naik motor tanpa helm walaupun dekat. Kalau memang ga mau pake helm dalam jarak dekat, kenapa ga jalan kaki aja sih? Kan katanya dekat? Sepertinya sosialisasi akan pentingnya helm masih jadi PR untuk kita semua ya…

Seorang temen Jepang saya bener-bener pernah sampe berkali-kali bilang “it’s very dangerous”  waktu melihat beberapa pengendara motor Indonesia yang tidak memakai helm di jalan raya. Pasti mereka heran banget ya sama Indonesia kok bisa se-ngegampangin itu sama peraturan yang padahal untuk kepentingan sendiri. Sayangnya, mungkin sanksi yang diberikan jika tidk memakai helm belum cukup membuat jera. Ditambah lagi penegakan hukum yang belum tegas merata di semua daerah. Tidak seperti di Jepang, kalau denda sekian ya bener-bener harus dibayar sekian itu.

*****

Kayaknya kalau membandingkan Indonesia sama Jepang memang terlalu jauh ya >_< Mungkin beberapa puluh tahun lagi Indonesia baru bisa menyamai Jepang dalam sisi penegakan peraturan. Tapi gak apa-apa, yang penting kita nggak boleh menyerah dalam menyampaikan kebenaran. Minimal dari diri sendiri, lalu keluarga kita sendiri🙂

2 responses »

  1. Hehe.. pernah pas berkunjung ke tempat temen di Osaka aku bingung kok gak dijemput naik motor padahal kan dia punya motor. Eh ternyata pas sampai apartemennya br tahu kalau emang motornya hanya untuk satu orang hehe..😀
    Nah soal helm, kalau di Belanda itu kebalikannya. Orang Belanda jarang yang pakai helm dan ini udah lumrah (padahal kalau utk peraturan lain mereka patuh banget). Mungkin karena udah segitu yakinnya kalau bersepeda dan bersepeda motor di sana aman ya. *sotoy*

    • huwoo iya berarti bener ya kak sepeda dan motor memang untuk 1 orang😀

      wahh kok bisa sih naik motor ga pake helm? di jalan raya jg gitu kak? >_< peraturannya ga ketat atau gmn kak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s