Monthly Archives: January 2016

Hal-hal di Indonesia yang Bisa Bikin Kaget Orang Jepang

Standard

Rasanya tidak terlalu berlebihan kalau saya katakan bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang penduduknya sangat-sangat mematuhi peraturan. Pemahaman bahwa peraturan yang dibuat itu adalah untuk kepentingan bersama memang sudah ditanamkan sejak dini. Di Jepang, pendidikan utama terhadap anak-anak bukanlah calistung, melainkan pendidikan moral, seperti membiasakan mengurus diri sendiri, budaya mengantre, mengucapkan maaf dan terima kasih, dan lain-lain. Akibatnya, tidak mengherankan jika Jepang memiliki tingkat kriminalitas yang rendah (walaupun tidak nol sama sekali).

Sebelum saya tinggal di Jepang 3 tahun lalu, saya sempat beberapa kali berkenalan dengan orang Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia, lebih khususnya ke Bandung. Saya pun sempat mengantar teman-teman Jepang saya itu bepergian selama di Bandung. Ketika berjalan-jalan dengan mereka, sempat beberapa kali teman saya itu melontarkan kekagetan terhadap yang ia lihat di jalan raya 😄 Dulu saya pikir dia kaget hanya karena tidak terbiasa melihat yang ia lihat itu di Jepang. Saya pikir, wajar saja jika terdapat beberapa perbedaan antar satu negara dengan negara lain. Dulu bahkan saya sempat merasa bangga lho dengan ‘keunikan’ Indonesia ini. Namun, setelah saya merasakan tinggal di Jepang dan mau tidak mau jadi ikut mematuhi peraturan di Jepang, saya jadi malu sendiri kalau ingat hal-hal berikut ini yang masih sering sekali terjadi di Indonesia.

Jarak antar kendaraan

Seperti yang kita semua tahu, di Indonesia jarak antar kendaraan di jalan raya sangatlah mepet. Pokoknya selama masih ada space, sayang banget kalo nggak diisi. Kita semua juga tahu bahwa sebenarnya ini sangat-sangat berbahaya. Bagaimana jika terjadi sesuatu di depan kita yang mengharuskan kita menyetir mundur kendaraan kita, sementara jarak kita dengan kendaraan di belakang terlalu dekat? Berbahaya sekali kan >_<

Di Jepang, jarak antar kendaraan sangatlah jauh. Saya kurang paham sih standarnya harus bereapa meter, tapi kalo saya perhatikan jaraknya antara setengah sampe satu buah mobil. Dan bahkan motor aja nggak nyelip di antara mobil atau berhenti di samping mobil. Motor dan mobil berada pada satu garis lurus yang sama. Nggak heran waktu temen saya orang Jepang yang saya ajak jalan-jalan di Bandung naik mobil dulu sampe kaget banget ketika tiba-tiba ada motor yang stop di samping mobil saya 😀

Naik motor lebih dari 2 orang

Mungkin kita maklum kalau ada orang Jepang yang kaget motor di Indonesia dinaiki oleh 3 orang, dan bahkan kadang-kadang ada anak kecil yang duduk di depan bapaknya yang lagi nyupir motor. Tapi ternyata, orang Jepang kagetnya lebih-lebih karena di Jepang sendiri, motor itu hanya diperuntukkan bagi satu orang. Jadi panjang jok untuk duduknya itu hanya cukup untuk satu setengah orang, yang setengahnya lagi biasanya untuk naroh barang.

Di Jepang, sepeda (maupun motor kalau tidak salah) terlarang dinaiki oleh dua orang. Untuk sepeda saya yakin 100% terlarang, tapi untuk motor sebenarnya saya belum crosscheck lagi secara hukum, tapi begitulah yang saya dengar. Dan memang saya belum pernah melihat orang berboncengan naik motor di jalan raya, plus ukuran joknya tadi yang memang tidak memungkinkan bagi dua orang.

foto motor jepang

Foto motor di parkiran kampus. Kecil kan joknya 😀

Tidak memakai helm

Untuk yang satu ini bahkan bagi orang Indonesia aja sebenernya sudah merupakan isu yang sering dibahas. Harusnya kita tahu ya bahwa helm itu bukan sekedar aksesoris dalam perjalanan, namun untuk kepentingan kita sendiri. Saya sendiri heran kenapa ada orang yang bisa dengan sok gagahnya naik motor tanpa helm walaupun dekat. Kalau memang ga mau pake helm dalam jarak dekat, kenapa ga jalan kaki aja sih? Kan katanya dekat? Sepertinya sosialisasi akan pentingnya helm masih jadi PR untuk kita semua ya…

Seorang temen Jepang saya bener-bener pernah sampe berkali-kali bilang “it’s very dangerous”  waktu melihat beberapa pengendara motor Indonesia yang tidak memakai helm di jalan raya. Pasti mereka heran banget ya sama Indonesia kok bisa se-ngegampangin itu sama peraturan yang padahal untuk kepentingan sendiri. Sayangnya, mungkin sanksi yang diberikan jika tidk memakai helm belum cukup membuat jera. Ditambah lagi penegakan hukum yang belum tegas merata di semua daerah. Tidak seperti di Jepang, kalau denda sekian ya bener-bener harus dibayar sekian itu.

*****

Kayaknya kalau membandingkan Indonesia sama Jepang memang terlalu jauh ya >_< Mungkin beberapa puluh tahun lagi Indonesia baru bisa menyamai Jepang dalam sisi penegakan peraturan. Tapi gak apa-apa, yang penting kita nggak boleh menyerah dalam menyampaikan kebenaran. Minimal dari diri sendiri, lalu keluarga kita sendiri 🙂

Halal Restaurant Manhattan Fish Market and Halal Souvenir at LAOX Shinjuku

Standard

Assalamu’alaykum 🙂

A few months ago, I posted a review about some new halal restaurants in Japan (https://atashinohanashi.wordpress.com/2015/02/23/new-halal-restaurants-in-japan-review/) and many people seem to find that article helpful, Alhamdulillah. So in this post, I’m going to be reviewing another new halal restaurant plus halal souvenir store in Japan.

Manhattan Fish Market

Access: Ikebukuro Station, address: Sankei 33 Building B1F, 1 Chome-4-2 Higashi-Ikebukuro

Manhattan Fish Market (MFM) is an American style restaurant that has more than 50 branches all over Asia. MFM in Japan is halal certified and no alcohol served, so you can enjoy dining here comfortably. They also have Muslim staff, English menu, and when I was there, I felt like all the staffs were willing to speak English (unlike many other restaurants in Japan). The menus are mostly seafood, but they also have chicken. Check their website here: http://www.manhattanfishmarket.com/japan.html

The place is very cozy, they have many kinds of meals and beverages and they are all very delicious, the staffs are very friendly, I don’t really have any complaint or negative review about this restaurant 😀 I definitely want to come back again next time to try other menus 🙂

Muslim Friendly Facilites at LAOX Shinjuku

After going to MFM, we went to LAOX Shinjuku. For you who doesn’t know what LAOX is, LAOX is a department store that sell many kinds of goods, from electronics to jewelry, from snacks to Japanese traditional crafts, and many more. They provide tax free for tourists, therefore this place is very recommended for you who needs one stop shopping center while traveling to Japan. They have many branches all over Japan, but the one we went to was the one in Shinjuku. Check their website here: http://www.laox.co.jp/en/stores/shinjuku/

Alhamdulillah, this past decades Japan’s government is getting aware and considerate about Muslim’s needs. Here in LAOX Shinjuku, they provide decent corner for praying (seperated between male and female) and designated corner for halal souvenirs. They sell many kinds of halal souvenirs such as snacks, crackers, instant ramen, biscuit, and so on. You don’t have to be worry if you are shopping for halal souvenirs here 🙂

*****

To see more detail about MFM and LAOX, take a look at inside them, and where to locate them, please kindly check our video on youtube below 🙂 I hope this article is helpful for you who are planning to go to Japan in near future 🙂