Monthly Archives: August 2015

Six Hours Layover Time in Korea

Standard

Bulan Februari 2015 lalu, saya berkesampatan pulang ke Indonesia untuk mengurus kepindahan suami saya ke Jepang liburan musim semi dengan menaiki pesawat Korean Air, dan karenanya harus transit di bandara Incheon di Seoul, Korea. Pada penerbangan dari Jepang ke Indonesia, saya mendapat waktu transit selama enam jam, dan saat kembali dari Indonesia  ke Jepang, waktu transit saya hanya satu jam.

Waktu transit enam jam ini sebenarnya bisa saja dihabiskan hanya di bandara, karena bandara Incheon merupakan salah satu bandara terbaik di dunia dengan beragam fasilitas yang mendukung para calon penumpang. Tapi, karena saya ingin melihat Seoul lagi, plus ingin makan ttokpokki Jaws yang terkenal banget itu (yg obviously nggak ada di dalam bandara Incheon), saya memutuskan buat jalan-jalan di luar bandara saja.

Sebelumnya, saya memastikan dulu apakah saya bisa keluar bandara selama waktu transit tersebut. Saya pun menelepon kedutaan besar Korea di Jepang (http://www.embassypages.com/missions/embassy21301/). Mbak yang menerima teleponnya bisa bahasa Korea, Jepang, dan Inggris, sehingga tidak ada masalah. Saat menelepon, saya ceritakan bahwa saya warga negara Indonesia yang memiliki resident card Jepang, dan saya akan transit selama enam jam di Incheon, lalu saya bertanya apakah saya bisa keluar bandara. Ternyata bisa! \^_^/ Saya tidak perlu visa on arrival. Tinggal menunjukkan resident card saya kepada petugas imigrasi di Korea nanti.

Sayang sekali, kali ini, teman saya yang tinggal di Korea (Millaty, yang dulu juga menemani saya jalan-jalan di Seoul), tidak dapat menemani saya jalan-jalan. Alhasil, saya akan jalan-jalan sendirian kali ini 😀

Sebagai persiapannya, karena saya tidak akan punya akses wifi saat jalan-jalan nanti, saya bertanya dulu ke Millaty, kalau mau makan ttokpokki Jaws yang paling deket dari bandara di mana dan bagaimana cara ke sananya. Alhamdulillah, salah satu kedai Jaws ada di Myeongdong. Kebetulan sekali, saya pun ingin membeli lagi beberapa kosmetik yang sudah hampir habis, yang dulu saya beli di Korea dan cocok dengan kulit saya, dan Myeongdong adalah surganya para pemburu kosmetik 😀 Dari Incheon airport ke Myeongdong tinggal naik kereta KTX Airport Railroad ke Seoul Station, lalu ganti line 4 menuju Myeongdong Station. Kemudian, tidak lupa juga saya ngeprint peta lokasi kedai Jaws tersebut di Myeongdong. Sebenernya Myeongdong itu kecil, tapi banyak jalan-jalan kecilnya yang berpotensi menyesatkan kalau tidak terbiasa. Ini alamat kedai Jawsnya 59-5 Myeongdong 1(il)-ga, Jung-gu, Seoul, South Korea.

Persiapan selanjutnya, saya bertanya juga ke Millaty, menu apa saja yang bisa kita makan di Jaws. Intinya kita cuma bisa makan ttokpokki, tempura nori dan seafood, serta odeng. Saya pun mencatat kosa kata menu-menu tersebut dalam bahasa Korea dan juga saya print biar nanti tinggal saya tunjukin ke pelayannya.

Yosh..persiapan beres, saatnya eksekusi! (Segitunya ya 😀 )

Hari keberangkatan pun tiba. Singkat cerita, sesampainya di Incheon, saya pun langsung menanyakan ke petugas bandara, jika ingin keluar bandara harus ke mana. Petugas bandara pun mengarahkan saya ke konter imigrasi yang bukan untuk penumpang transit, melainkan penumpang yang akan turun di Korea. Di konter tersebut, saya menunjukkan paspor, ressident card Jepang, dan boarding pass saya. Alhamdulillah tidak ada masalah, saya pun bisa keluar dari bandara! Yeah!! Petualangan pun dimulai!!

IMG_0731

Dari bandara menuju KTX Airport Railroad tidak susah, hanya tinggal mengikuti petunjuk yang sudah tertera dengan sangat jelas.

IMG_2028

Perjalanan Incheon airport – Seoul station memakan waktu satu jam. Karena itu saya hanya punya waktu jalan-jalan di Myeongdong paling lama tiga jam untuk sampai kembali di Incheon Airport dengan tenang.

IMG_0733

Sampai juga di Seoul station!!

Langsung lanjut naik line 4, turun di Myeongdong. Kalau berdasarkan peta, pintu exit terdekat dengan kedai Jaws adalah exit 5. Oh ya, mengetahui harus keluar lewat exit mana sangat penting jika kita berada di Myeongdong station, karena Myeongdong station ini terletak di bawah tanah dan sangaaattt luas jadi jika salah keluar, bakal jauh banget munculnya saat di permukaan tanah. Hehe…

IMG_0735

Ini penampakan exitnya di permukaan tanah. Sengaja saya foto supaya saya tidak lupa dan bisa tanya orang di jalan kalau nyasar.

Langsung saja saya menuju kedai Jaws dengan mengikuti peta yang sudah saya print. Hmm, ternyata agak susah juga nyarinya. Setengah jam saya muter-muter di Myeongdong tidak sampai-sampai. Tiba-tiba saya melihat sekelompok mas-mas dan mbak-mbak yang nampaknya bertugas sebagai information center. Mereka memakai seragam dan ada tulisan semacam “information” gitu. Langsung saja saya dekati mereka, awalnya saya menanyakan titik di peta di tempat alamat Jaws tadi. Alhamdulillah mereka bisa bahasa Inggri. Lalu mbak yang melayani saya malah bertanya saya mau ke mana, saya jawab aja mau ke Jaws ttokpokki. Dan dia langsung tau dan langsung ngasih tau jalannya yang ternyata sudah dekat dengan tempat information center itu! Mungkin sebelumnya banyak yang sudah nanya Jaws itu di mana kali ya..hehe..

Alhamdulillah, sampai juga di kedai Jaws!

IMG_2053

Tadinya saya berniat pesan dan makan di tempat. Tapi karena saya kelamaan nyari tempatnya dan belum lagi nyari beberapa kosmetik yang saya perlukan, akhirnya saya minta take out saja. Alhamdulillah pelayannya ngerti waktu saya bilang “teik aute” (take out dengan aksen Korea). Ga rugi memang nonton variety-variety show itu untuk mengetahui akse orang Korea dalam pengucapan kata-kata bahasa Inggris 😀

Di dalam kedai Jaws. Kedainya kecil banget ternyata.

Di dalam kedai Jaws. Ada daftar menu dalam bahasa Jepang. Dan kedainya kecil banget ternyata.

Ini loh ttokpokki yang bikin ngidam itu :P

Ini loh ttokpokki yang bikin ngidam itu 😛

Setelah menerima menu dan membayar, saya pun langsung cabs dan mulai berburu kosmetik.

Ternyata tidak mudah berburu kosmetik yang padahal saya sudah tau bentuknya hanya tinggal mencari saja. Saat saya melihat-lihat, penjaga tokonya pada jutek dan ngikutin terus serta nanya-nanya mau beli apa dalam bahasa Korea. Padahal saya kan tidak bisa berbahasa Korea. Saya jawab pake bahasa Inggris mereka juga nggak ngerti. Eh pas saya jawab pake bahasa Jepang, baru deh mereka ngerti. Zzz -_-”

Surganya pemburu kosmetik Korea

Surganya pemburu kosmetik Korea

Ada mbak Song Ji Hyo. Sayangnya kosmetiknya mbak Ji Hyo ini rada mahal, jadi nggak ada yang saya beli deh.

Ada mbak Song Ji Hyo. Sayangnya kosmetiknya mbak Ji Hyo ini rada mahal, jadi nggak ada yang saya beli deh.

Setelah semua kosmetik yang saya butuhkan dapet semua (plus beberapa kosmetik baru pastinya 😛 ), saya pun langsung kembali ke Incheon airport dengan jalur yang sama. Alhamdulillah, saya sampai sekitar 1,5 jam sebelum berangkat lagi. Langsung saja saya check in dan melewati konter imigrasi, dan setelah itu jalan-jalan di area duty free-nya Incheon Airport.

Dalam waktu 1,5 jam itu, alhamdulillah saya sempat menikmati parade orang-orang berbaju Korea dan sempat belanja (lagi) di duty free-nya >_<

Di sini kita bisa coba membuat kerajinan tangan khas Korea dan bisa dibawa pulang.

Di sini kita bisa coba membuat kerajinan tangan khas Korea dan bisa dibawa pulang.

Parade hanbok

Parade hanbok

Oh ya, ternyata ada prayer room juga di Incheon Airport.

IMG_2074

*****

Alhamdulillah, misi 6 jam transit di Seoul, seong-gong!! Sampe ketemu di cerita jalan-jalan berikutnya!

Ini hasil perburuan kosmetiknya, plus coklat yang bungkus kotaknya ada foto Kim Soo Hyun

Ini hasil perburuan kosmetiknya, plus coklat yang bungkus kotaknya ada foto Kim Soo Hyun

Halal in-Flights Meals Review (ANA, Korean Air, JAL)

Standard

Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya mendapat pelayanan makanan halal di beberapa penerbangan yang pernah saya tumpangi dalam perjalanan saya bolak-balik Indonesia-Jepang. Semoga bisa bermanfaat 🙂

Dalam memilih flight yang akan saya tumpangi ke mana pun, hal pertama yang selalu saya pastikan adalah tentu saja ada tidaknya halal meals service. Perjalanan Indonesia-Jepang yang lama (kalau direct saja antara 7-8 jam, apalagi kalau tidak direct) akan lebih baik bagi kita untuk tetap mengisi tenaga selama di perjalanan. Sangat disayangkan, banyak saudara-saudara kita yang kurang ngeh dengan adanya fasilitas halal meals ini dan akibatnya menerima begitu saja makanan yang disediakan di dalam pesawat. Semoga kita tidak termasuk di antaranya ya, karena menjaga kehalalan makanan itu sangat penting bagi kesehatan, tidak semata-mata kesehatan jasmani, namun juga kesahatan rohani kita 🙂

Selama dua tahun saya tinggal di Jepang ini, 3x pulang terakhir, saya selalu cari tiket di http://www.onetravel.com berkat contekan salah seorang rekan di sini yang bilang bahwa dari website tersebut bisa dapet tiket muraahh banget tapi bukan low cost airlines 🙂 Sejauh ini Alhamdulillah memang benar adanya, saya dapat 3x tiket PP murah untuk penerbangan ANA (All Nippon Airways), Korean Air, dan JAL (Japan Airlines) ^_^/

Kalau ditanya kenapa tidak naik Air Asia saja yg memang terkenal murah, sebab, kalau naik Air Asia mostly harus nyari tiket dari jauh-jauh hari kalau mau dapat murah. Sementara dengan onetravel ini, 2x pulang yang terakhir saya beli tiketnya 1 bulan dan 3 minggu sebelum hari H, masih tetap banyak pilihan tiket murahnya. Lagipula, siapa yang nolak tiket murah dari pesawat non-low cost airlines kan?

Nah, langsung aja deh yuk saya ceritain review saya terhadap halal meals dari tiga penerbangan ini.

ANA

Selain melalui onetravel.com, sebenarnya kita juga dapat memperoleh tiket ANA murah dari webste ANA sendiri yaitu https://www.ana.co.jp/asw/wws/ind/e/ . Jika sudah masuk ke website tersebut, nanti setelah memillih keberangkatan dan tujuan tinggal klik “Economy (Discounted Fares)”.

Kembali lagi ke pengalaman saya memesan tiket melalui onetravel.com, saat pemesanan Alhamdulillah tidak ada masalah. ANA adalah company milik Jepang jadi saya tidak perlu transit di mana pun, alias langsung ke Jakarta. Saat memesan tiket ini, kita sebenarnya sudah dapat memilih special meals berupa Halal Meal, atau yang disebut MOML (Moslem Meal), namun kita tetap harus menghubungi langsung pihak layanan konsumen ANA dengan cara menelepon untuk memesan MOML secara official. Lihat keterangan lengkapnya di sini http://www.ana.co.jp/wws/us/e/asw_common/departure/inflight/spmeal/ .

Saat kepulangan pun tiba. Sesaat setelah semua penumpang sudah di dalam pesawat, para pramugari mendatangi beberapa penumpang yang teah memesan special meals sebelumnya, termasuk saya. Pramugari menanyakan apakah betul saya memesan MOML, lalu menempelkan stiker seperti ini di atas kursi saya.

Stiker penanda bagi penumpang yang memsan special meals

Stiker penanda bagi penumpang yang memesan special meals

Pada penerbangan ini, in-flight meals disediakan dua kali, beberapa saat setelah take off, dan beberapa saat sebelum landing. Makanan yang disediakan pertama kali adalah makanan lengkap seperti ini.

Penampakan awal

Penampakan awal makanan

Penampakan box utama

Penampakan box utama

Tersedia menu lengkap nasi-ayam-tumis buncis, seafood, kacang-kacangan, roti-butter puding, dan air mineral. Di gelas kosong di kanan atas akan disediakan soft drink sesuai pilihan kita. Alhamdulillah mengenyangkan dan secara rasa juga cocok dengan selera Indonesia. Selain ini, selama perjalanan, pramugari bolak-balik menawarkan minuman hangat maupun dingin jadi kita tidak perlu khawatir kehausan.

Kemudian sesaat sebelum mendarat, saya dibagikan lagi makanan, namun kali ini hanya berupa snack saja seperti ini.

Snack menjelang pendaratan

Snack menjelang pendaratan

Mohon maaf saya lupa isinya apa, tapi secara tekstur snack ini seperti panada kalau di Indonesia.

Lalu saat hendak kembali ke Jepang, sama seperti saat pulang, saya mendapat makanan dua kali. Menu lengkapnya adalah kentang, scrambled-egg, brokoli, jamur, buah-buahan, roti dan butter, yogurt Meiji, jus jeruk, dan soft drink pilihan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Penampakan saat boxnya dibuka

Penampakan saat boxnya dibuka

Karena saya berangkat dari Indonesia malam hari, saya sampai di Jepang pagi hari, jadi menu kedua yang merupakan snack sebelum pendaratan berfungsi juga sebagai sarapan. Kali ini, saya mendapat sandwhich ikan dan air mineral seperti ini.

Menu sarapan

Menu sarapan

Sayang sekali, untuk menu kali ini agak mengecewakan. Rotinya agak dingin dan keras, ikannya pun masih banyak durinya, jadi susah sekali makannya sambil beberapa kali membuang duri dari mulut. Lalu rasanya sangat pedas >_< FYI, saya penggemar makanan pedas, jadi kalau saya bilang suatu makanan pedas, itu berarti pedas banget. Dan benar saja, saat sampai di apartemen kembali di Jepang, saya langsung diare karena pagi-pagi sudah makan makanan pedas 😦

Korean Air

Kepulangan kali ini merupakan kepulangan yang saya tunggu-tunggu karena penerbangannya yang sangat spesial, yaitu Korean Air!! Kenapa spesial? Tentu saja, karena Korean Air merupakan company milik Korea, itu artinya saya akan transit di Korea! Yeaahh!! ^_^/

Yang membuat lebih spesial lagi adalah, dalam perjalanan pulang ke Indonesia, saya kebagian transit selama 6 jam. Jika bagi sebagian orang transit 6 jam itu membosankan, tidak bagi saya 🙂 Apalagi kali ini saya akan transit di Incheon Airport, salah satu bandara terbaik di dunia.

Nah cerita lengkap tentang transit ini akan saya ceritakan secara terpisah, because it worth one whole post for itself 😀 Sekarang, back to topic, saya hanya akan menceritakan makanan halal yang disediakan Korean Air.

Sama seperti ANA, kita harus menelepon ke layanan konsumen Korean Air untuk memesan Halal Meal secara official. Lihat info lengkapnya di sini https://www.koreanair.com/content/koreanair/global/en/traveling/classes-of-service.html#_ .

Kesan pertama saya terhadap Korean Air adalah pesawat tercantik yang pernah saya naiki. Am I too biased? >_< But, seriously, desain interiornya membawa kesan hangat dengan perpaduan warna biru dan putih, seragam pramugarinya juga cantik banget kombinasi warna biru mudah-putih dan ada hiasan di kepala pramugarinya seperti set pakaian Hanbok. Pokoknya rasanya Korea banget dan membuat kita siap buat istirahat sepanjang perjalanan karena suasana nyaman yang terbangun dari kombinasi warnanya 😀

Karena saya nggak enak kalau ngefoto pramugarinya, saya ngefoto layar di tv di depan kursi saya saja.

Kira-kira seperti ini seragam pramugarinya

Kira-kira seperti ini seragam pramugarinya

Seperti saat menaiki ANA, sesaat setelah naik ke pesawat, saya juga didatangi seorang pramugari yang memastikan apakah benar saya memesan halal meal (juga disebut MOML di sini). Kemudian kursi saya juga ditempeli stiker. Penerbangan pertama ini akan membawa saya dari Jepang menuju Seoul Incheon terlebih dahulu. Karena perjalanan hanya berlangsung 2 jam, saya hanya disuguhkan satu kali makan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Penampakan isi box utama

Penampakan isi box utama

Menu utama ini berisi nasi dengan taburan kismis dan kacang mete, kari ayam, kemudian yang di sebelah kiri itu saya lupa apa 😀 , puding, air mineral, roti-butter, dan green tea.

Penerbangan berikutnya dari Seoul Incheon ke Jakarta berlangsung sekitar 9 jam. Kali ini saya mendapat makanan agak lebih banyak. Pertama, saya mendapat makan set lengkap seperti sebelumnya.

Penampakan awal

Penampakan awal

Setelah boxnya dibuka

Setelah boxnya dibuka

Kali ini saya mendapat nasi briyani, kari daging sapi, brokoli-wortel rebus, salad, buah, yogurt, air mineral, jus, dan roti-butter. Tidak berapa lama kemudian saya mendapat cheesecake seperti ini.

IMG_2082

Alhamdulillah kenyang banget. Saatnya tidur nonton film gratis. FYI, saya jarang tidur sejauh apa pun perjalanan, karena rasanya sayang sudah bayar mahal kalau in-flight entertainment-nya tidak dinikmati dengan maksimal 😀

Kemudian, sesaat sebelum mendarat, saya dapat snack yang sebenarnya cukup besar untuk dikategorikan sebagai snack >_<

Semacam sandwhich berisi sayuran dan lupa apa lagi

Semacam sandwhich berisi sayuran dan lupa apa lagi

Saat perjalanan kembali dari Indonesia, saya rupanya tidak memfoto makanan yang saya terima. Tapi komposisinya masih sama, saat perjalanan Jakarta-Seoul Incheon, saya mendapat dua set makanan, serta perjalanan Seoul Incheon-Tokyo satu set makanan. Nah tapi ada yang sedikit insiden dari perjalanan saya dari Seoul ke Tokyo.

Jadi ceritanya waktu transit saya kali ini hanya 1 jam. Sebenarnya, waktu ini cukup unntuk turun dari pesawat, melewati imigrasi, lalu langsung check in untuk penerbangan berikutnya. Sayangnya, pesawat saya dari Indonesia agak terlambat dari schedule sampai di Seoul-nya. Akibatnya, begitu turun dari pesawat, saya langsung didatangi petugas bandara yang menyampaikan bahwa saya dipindahkan ke penerbangan berikutnya yang menuju Jakarta karena penerbangan yang seharusnya saya naiki sudah tidak mungkin saya kejar. Kemudian saya pun menerima boarding pass baru dan di boarding pass tersebut tertulis “MOML ok”. Dari situ saya berpikir bahwa tidak akan ada masalah dengan makanan yang sudah saya pesan. Saya pun melewati imigrasi dan check in seperti biasa.

Ketika menaiki pesawat, saya heran karena tidak ada pramugari yang mendatangi saya seperti biasa. Saya mulai curiga. Dan benar saja, saat tiba saatnya makanan dibagikan, pramugari langsung memberikan saya makanan yang sama dengan penumpang lain. Kemudian saya bilang bahwa saya sudah memsan MOML, dan saya juga menceritakan perubahan penerbangan yang saya alami serta boarding pass baru yang saya terima. Rupanya benar saja, MOML saya tidak sampai ke penerbangan ini.

Para pramugari Korean Air sangat merasa bersalah dan berkali-kali meminta maaf ke saya. Bahkan (yang sepertinya) head pramugari sampai mendatangi saya dan minta maaf juga. Alhamdulillah karena penerbangan ini hanya 2 jam, dan sebelumnya saya juga sudah cukup kenyang, saya merasa tidak terlalu bermasalah atau pun kelaparan. Dan saya juga sangat menghargai itikad mereka yang sampai meminta maaf berkali-kali. Lalu sebagai gantinya, saya diberikan banyak sekali cemilan (berkali-kali lipat dari penumpang lainnya), yang insya Allah bisa dimakan berdasarkan daftar ingredients di bungkusnya. Jadi secara umum, saya tidak terlalu merasa dirugikan.

JAL

Alhamdulillah, lebaran kemarin (17 Juli 2015) saya dan suami berkesempatan pulang ke Indonesia. Masih melalui onetravel.com, sekitar 2 minggu sebelum kepulangan, kami masih mendapat tiket yang sangat murah. Malahan paling murah di antara 3 penerbangan ini.

Pada saat keberangkatan dari Jepang ke Indonesia, kami mendapat dua set makanan juga, makanan utama dan snack. Tapi ternyata saya lupa ngefoto snack-nya apa. Jadi ini foto makanan utamanya aja ya. hehe

IMG_2587

IMG_2588

Menu kali ini berupa nasi kuning, rebusan sayur-sayuran, ikan rebus, roti, buah, beberapa jenis salad, soft drink pilihan, dan air mineral. Secara rasa agak standar sih sebenarnya, tapi Alhamdulillah yang penting halal dan insya Allah sehat 🙂

Kebiasaan saya saat makanan telah dibagikan ke semua penumpang, saya sering memperhatikan makanan yang diterima penumpang lain. Saat itu, saya melihat penumpang dengan makanan non-halal, selain menerima set makanan lengkap seperti yang kami terima, mereka juga mendapat ice cream hagen dazs. Menurut saya, tumben sekali penumpang tidk mendapat jumlah makanan yang sama. Normalnya, meskipun jenis makana berbeda (halal dan non-halal), semua penumpang mendapat varian yang sama, misal jika penumpang non-halal mendapat dessert, penumpang yg memesan halal meal akan mendapat dessert lain yang halal. Karena penasaran (plus saya memang kepingin makan ice cream), saya pun bertanya ke salah seorang pramugari, mengapa kami tidak mendapat ice cream. Ternyata menurut pramugari tsb, ice cream ini memang tidak termasuk di set menu kami. Meskipun sedikit kecewa, kami pun merelakan saja, mungkin ice cream tsb tidak halal.

Eh tidak berapa lama kemudian, pramugari yang sama datang ke kursi kami dan memberikan 2 ice cream hagen dazs karena ada penumpang yang menolak jatahnya. Alhamdulillah, berdasarkan ingredients ice cream-nya bisa dimakan. Ternyata, memang tidak salah ya pepatah malu bertanya sesat di jalan. Lebih baik malu-maluin (dengan minta makanan) yang penting tidak tersesat kenyang deh 😛

Di perjalanan pulang, herannya kami hanya mendapat satu set makan. Mungkin karena penerbangan kami yang take off hampir tengah malam, diasumsikan penumpang langsung ingin beristirahat di pesawat. Padahal menurut saya sebaiknya tetap diberikan minimal satu jenis snack.

Sesaat sebelum sampai di Jepang, kami mendapat set menu lengkap yang berfungsi sebagai sarapan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Box makanan utama

Box makanan utama

Di set ini kami mendapat nasi goreng, daging-bumbu kacang yang rasanya seperti sate tapi tanpa tusukan, sawi rebus, roti-butter, yakult Indonesia, soft drink pilihan, buah, puding, salad tomat-ikan. Alhamdulillah semuanya enak dan pas untuk sarapan 🙂

*****

Dari ketiga penerbangan ini, kalau disuruh memilih, secara rasa dan jumlah makanan saya paling suka Korean Air. Namun sayangnya, karena harus transit di Korea, perjalanan terasa lama sekali. Kalau antara ANA dan JAL yang direct ke Indonesia, saya lebih memilih ANA karena makanannya yang lebih banyak. Hehe..

Secara umum, saya sangat merekomendasikan menggunakan onetravel.com karena tidak perlu cari tiket jauh-jauh hari untuk dapat tiket murah. Memang tergantung keberuntungan juga sih, bisa saja kalau mepet-mepet keberangkatan, tiket berharga murah tsb sudah habis.

Nah, selamat bepergian, have a safe flight, dan tidak lupa untuk tetap mempraktikkan syariat-Nya di mana pun kita berada 🙂