Monthly Archives: June 2014

From Japan to Korea – The Preparation

Standard

Yuhuu!! Mari melanjutkan cerita “Persiapan Jalan-jalan ke Korea dari Jepang”.

Setelah kemarin saya membagikan tips jalan-jalan mendadak bagi traveler independen, sekarang saatnya saya mempraktikkan apa yang sudah saya tuliskan tersebut. 😀

Pembuatan Visa

Yup, pertama-tama, saya memastikan apakah saya perlu visa untuk bepergian ke Korea dari Jepang. Kebetulan ada dua orang teman saya yang sudah terlebih dahulu traveling ke Korea dari Jepang dalam waktu yang berbeda. Saya pun bertanya kepada mereka, dan ternyata memang sebagai warga negara Indonesia, kita belum dipercaya sama pemerintah Korea wajib membuat visa jika akan mengunjungi Korea.

Nah, mengenai persyaratan dokumennya, ternyata kedua teman saya ini memberikan jawaban berbeda. Ada yang bilang butuh dokumen A, sementara yang satu lagi bilang tidak mengumpulkan yang A, melainkan hanya yang B, dan seterusnya. Karena ragu, saya memutuskan menelepon langsung South Korea Embassy in Japan. Ini link website-nya http://south-korea.visahq.jp/embassy/japan/.

Telepon saya disambut oleh seorang mbak-mbak berbahasa Korea. Langsung saja saya balas dengan bahasa Inggris, dan ternyata bahasa Inggris si mbak cukup lancar walaupun aksennya agak susah didengar (khas orang Korea). Untuk memastikan, sekali lagi saya bertanya apakah saya butuh visa jika ingin jalan-jalan di Korea. Si mbak menanyakan kewarganegaraan saya, dan mengatakan bahwa memang saya butuh visa.

Lalu saya menanyakan dokumen apa saja yang harus saya bawa ke sana saat apply visa. Menurut si mbak, kita hanya perlu membawa dokumen sebagai berikut:

  1. Alien card (atau sekarang namanya sudah menjadi Resident Card), dan fotocopy-nya bolak-balik
  2. Pasfoto ukuran 3,5cm x 4,5cm
  3. Passport
  4. Uang sebesar 4400 yen

Kemudian ia juga menambahkan informasi bahwa pengumpulan dokumen aplikasi visa dapat dilakukan setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-11.00, sedangkan pengambilan visanya pada pukul 13.30-16.00, dan proses pembuatan visa ini hanya membutuhkan waktu 3 hari! Cepat sekali ya 🙂

Kemudian mengenai formulir aplikasi visa yang harus diisi, saya meminta teman saya untuk mengirimkan softcopy-nya. Namun tidak perlu khawatir, form ini hanya terdiri dari 1 halaman, dan sebenarnya bisa diisikan langsung di sana saat mengumpulkan dokumen di atas. Hanya saja persiapkan info di bawah ini sebelum mengisi formulir:

  1. Nama penginapan di Korea, alamat, dan nomor telepon. Mungkin sebaiknya tetap jaga-jaga membawa bukti booking penginapan tersebut walaupun tidak diminta.
  2. Jika menginap di teman seperti saya, catat tanggal lahir teman, alamat, dan nomor teleponnya. Kemarin saya membawa scan alien card teman saya dan surat undangan darinya. Namun lagi-lagi dokumen ini tidak diminta.

Nah, berbeda sekali dengan proses aplikasi visa ke Korea jika dari Indonesia, kan? >_< Saya sama sekali tidak perlu membawa bukti pemesanan tiket, bukti booking hotel, rekening koran 3 bulan terakhir, dan lain-lain. Namun kemarin, untuk berjaga-jaga saya tetap membawa dokumen-dokumen ini (bukti pemesanan tiket, rekening koran 3 bulan terakhir), yang pada akhirnya memang benar-benar tidak diminta 😀

Tempat Tinggal

Yosh, urusan visa beres, sekarang mari mencari tempat bernaung 😀

Masih di hari yang sama dengan datangnya ilham untuk jalan-jalan ke Korea ini (Kamis, 17 April 2014), saya menghubungi teman saya, Aulia, yang tinggal di Seoul (tepatnya Incheon). Namun sayang sekali saat Golden Week, kebetulan sekali orang tua Aul bakal datang juga ke Korea, jadi ia tidak bisa menemani jalan-jalan 😦

Alhamdulillah, masih ada seorang teman lagi yang sedang kuliah di Korea, ia adalah Millaty. Ketika saya menanyakan agenda Golden Week-nya, dan mengutarakan keinginan saya ke sana, tidak disangka-sangka, Mil mau memberikan tumpangan, membantu menyusun itinerary, dan menemani jalan-jalan! Wah, sepertinya, mimpi mengunjungi negara asal kpop dan variety show yang sering saya tonton ini sudah di depan mata! >_< 😀

Tiket Pesawat

Alhamdulillah, ternyata pengurusan visa tidak sulit, dan insya Allah sudah mendapat tempat tinggal. Sekarang saatnya berburu tiket murah!!

Terdapat beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Jepang-Korea. Yuk kita bahas satu per satu.

  1. Peach Airhttp://www.flypeach.com/home.aspx. Maskapai ini basisnya di Kansai Int’l Airport, Osaka. Sayang sekali untuk penerbangan ke Korea, tidak ada yang berangkat dari Tokyo. Alhasil saya tidak memilih maskapai ini. Namun seorang teman saya yang pernah naik ini, ia booking tiketnya beberapa bulan sebelum berangkat (tidak seperti saya yang mendadak), dapat tiket seharga 10.000 yen PP.
  2. Asiana Airlines. Entah kenapa saya tidak menemukan direct link websitenya Asiana ini. Alhasil saya cuma seraching-searching via google, dan ketika itu tiket PP Tokyo-Seoul sekitar 35.000 yen PP, namun jam penerbangannya tidak pas dengan jadwal saya. Sehingga saya pun tidak memilih maskapai ini.
  3. Korean Air. https://www.koreanair.com/. Korean Air ini sebenarnya bukan low cost airlines, tapi ada kemungkinan dapat tiket murah kok. Beberapa rekan saya pernah menggunakan ini untuk pulang ke Indonesia dari Jepang. Alasannya supaya bisa transit di Korea 😀 Pengalaman seorang rekan, beliau pernah transit di Korea semalam, dan bisa jalan-jalan di luar bandara tanpa perlu visa. Tapi mesti dikonfirm lebih detail lagi sih ini gimana mekanismenya. Waktu saya kemarin searching tiket pesawat, saya tidak menemukan tiket yang murah, mungkin karena dekat dengan hari keberangkatan momen Golden Week kali ya..
  4. Nah akhirnya pilihan saya jatuh ke Jeju Air (http://www.jejuair.net/jejuair/ko_EN/main/main.jsp), yang brand ambassadornya adalah Lee Min Ho 😀 Waktu itu saya dapat tiket seharga kurang lebih 35.000 yen PP, sudah termasuk airport tax dan bagasi 20 kg. Saya pilih maskapai ini karena meskipun harga tiketnya kurang lebih sama dengan Asiana, tapi jam terbangnya sesuai dengan jadwal saya. Berangkat ke Seoul hari Jumat, 2 Mei 2014 pukul 18.30, dan kembali ke Tokyo hari Selasa, 6 Mei 2014 pukul 15.05.

Itinerary

Alhamdulillah urusan basic dari sebuah perjalanan sudah selesai (visa, tempat tinggal, tiket), sekarang saatnya menentukan rencana jalan-jalan 😀

Oh iya, ada yang lupa saya ceritakan. Karena keputusan jalan-jalan saya ini mendadak, saya tidak menemukan teman yang bisa menemani jalan-jalan. Tentu saja suami saya mau sebenarnya, namun apa daya saat ini kita terpisah oleh ruang yang begitu jauh 😀 Jadi saya akan berangkat dari dan pulang ke Jepang sendirian, di Koreanya saja yang ditemani Mil jalan-jalannya 😀 This was officially my first time traveling abroad alone! I was sooo excited!

Karena waktu jalan-jalan yang singkat, dan saya pun tidak bersama suami saya sementara saya tidak ingin meninggalkannya mengeksplorasi Korea sendirian, saya memutuskan tidak berjalan-jalan ke tempat yang jauh seperti Nami Island, Busan, Jeju Island, dan lain-lain. Selain itu waktu liburan ini juga singkat dan terjepit kesibukan saya lainnya. Pada hari keberangkatan, paginya saya masih ada kuliah 😛 dan pada hari kepulangan, besoknya saya sudah harus ke lab lagi. Jadi kali ini saya ingin jalan-jalan santai saja mengeksplorasi kota Seoul sambil napak tilas lokasi-lokasi yang pernah dipakai filming Running Man. Hehehe 😀

Total waktu jalan-jalan saya adalah 3,5 hari, karena itu saya membaginya sebagai berikut:

  1. Seoul Iconic Landmark, seperti Gyeoungbokgung Palace, National Folk Museum, Gwanghwamun street, Cheongyecheon river, Itaewon, dan berakhir di Namsan Tower
  2. Seoul Sightseeing Place, seperti Bucheon Ecological Park, Hongdae, Seoul World Cup Stadium, Bukcheon Hanok Village, serta Han river
  3. Seoul Shopping Paradise, seperti Myeongdong, Insadong, dan Gangnam, ditambah iseng main ke Kantor SBS Mokdong
  4. Hari terakhir buat jaga-jaga kalo ada tempat yang belum sempet dikungjungi di 3 hari sebelumnya 😀

Well, sebenernya banyaakk banget tempat-tempat menarik lain buat dikunjungi kalau ke Seoul. Namun untuk kali ini, saya rasa tempat-tempat di atas sudah dapat mewakili tempat-tempat lainnya, karena kebanyakan beberapa tempat lain memiliki konten yang serupa dengan yang di atas.

Sayang sekali saya tidak memiliki waktu untuk main-main di amusement park seperti Everland atau Lotte World, secara untuk dapat puas mengunjungi tempat seperti ini butuh waktu satu hari penuh, dan saya merasa sayang kalau satu hari hanya dihabiskan di amusement park sementara masih banyak tempat lain yang ingin saya lihat di Seoul 🙂

Insya Allah beberapa tempat yang belum sempat saya kunjungi ini, saya simpan untuk kunjungan ke Korea berikutnya bersama suami. Aamiin 🙂

*****

Alhamdulillah semua proses persiapan ini begitu cepat dan lancar. Kalau mau dibikin timeline, kira-kira seperti ini:

  • Kamis, 17 April 2014: mendapat ilham untuk ke Korea, mencari teman yang mau memberikan tumpangan
  • Jumat, 18 April 2014: menelepon kedubes Korea dan bertanya tentang proses aplikasi visa, membeli tiket secara online
  • Rabu, 23 April 2014: ke kedubes Korea di Tokyo untuk apply visa
  • Rabu, 30 April 2014: kembali ke kedubes Korea untuk ambil visa yang sudah jadi (sebenarnya visa saya sudah jadi hari Jumat 25 April, namun saya hanya punya waktu ke Tokyo hari Rabu karena pada hari tersebut saya tidak ada jadwal kuliah)
  • Jumat, 2 Mei 2014: berangkaatt!!!

Nantikan cerita jalan-jalan saya di Seoul selanjutnya!

IMG_4462

From Japan to Korea (Pre-preparation)

Standard

Yeay, akhirnya bisa nulis blog lagi! Dan kembali lagi di cerita jalan-jalan saya berikutnya 🙂

Setelah suami saya kembali ke Indonesia pada tanggal 8 April, kehidupan saya pun berjalan seperti biasa lagi. Bahkan setelah memasuki semester baru ini, saya langsung sibuk dengan kuliah, tugas-tugas, dan tentu saja penelitian >_< Tanpa terasa sebulan pun berlalu dengan cepatnya.

Memasuki bulan Mei, ada sebuah pekan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh warga Jepang. Pada pekan ini, bisa dipastikan tidak ada jadwal sekolah, kuliah, lab, maupun kantoran. Ia adalah…. GOLDEN WEEK!!!

Ya, Golden Week adalah satu-satunya liburan tanggal merah terpanjang di Jepang >_< Meskipun Jepang memiliki Summer Holiday, Winter Holiday, maupun Spring Recess, sebenarnya pada waktu-waktu tersebut lab-lab tetap saja bekerja 😦 Jadi kami para mahasiswa S2 dan peneliti cuma bisa benar-benar libur saat Golde Week ini >_<

Selalu sama tiap tahunnya, golden week ini jatuh pada tanggal 29 April dan 3-6 Mei. Kebayang kan kalau hari di antara tanggl 29 hingga tanggal 2 tersebut adalah sabtu dan minggu, bisa dipastikan kita mendapat seminggu penuh libur. Namun sayangnya, tahun ini tanggal 29 April adalah hari Selasa, dan tanggal 3 Mei adalah hari Sabtu. Jadi kami tetap memiliki jadwal kuliah di antara hari tersebut 😦

Sebenarnya, pada awalnya saya tidak berniat pergi ke mana-mana Golden Week kali ini. Ke mana-mana itu literally, di kamar saja maksudnya, mengingat pengalaman Golden Week tahun lalu. Secara Golden Week adalah waktu liburan panjangnya orang Jepang, semuaaaaa orang jalan-jalan ke tempat wisata. Alhasil, di mana-mana penuh sama orang, dan yang ada malah ga bisa menikmati tempat wisatanya. Mau naik kereta jadi ngantri panjang, di kereta belum tentu dapat tempat duduk, dan susah nyari spot foto yang bagus. Fiuh.

Hingga tiba-tiba, tepat 2 minggu sebelum Golden Week, yaitu hari Kamis, 17 April, ada seorang teman yang bertanya, udah ada rencana ke mana Golden Week nanti? Dan tiba-tiba saya pun merasa sangat sayang melewatkan liburan panjang seperti ini hanya diam di rumah. Bukan saya banget! Katanya hobi traveling? Liburan sesempit apa pun harus banget lah dipake jalan-jalan. Hehe 🙂

Mengingat Jepang yang di mana-mana bakal penuh saaat Golden Week, entah dapat ilham dari mana, saya langsung kepikiran, oke, saya mau ke Korea!

Hwaa random banget yah! Baru kali ini saya memutuskan pergi segitu “jauh” hanya dalam waktu singkat. Benar-benar cuma satu hari 😀

Well, sebenernya Korea-Jepang emang ga bisa dibilang jauh. Secara naik pesawat cuma 2 jam kurang, rasanya cuma kayak ke provinsi lain di Indonesia deh 😀 Namun karena ini judulnya adalah ke negara lain, tetep aja ada beberapa hal yang perlu dicek sebelum bener-bener beli tiket dan capcus 😀

Nah jadi kali ini, karena judul postingan ini pun masih “Pre-preparation”, saya akan membagikan “Tips Bepergian Mendadak ke Luar Negeri”. Semoga bermanfaat 😀

Tips Bepergian Mendadak ke Luar Negeri

Oke, jadi tips ini sebenarnya hanya berlaku bagi traveler independen dan orang “biasa” seperti saya. Hehe. Makudnya orang “biasa” ini adalah, saya bukan pejabat, bukan artis, bukan orang yang sangat kaya, bukan bepergian dalam rangka tugas dari kantor, dan tidak punya hubungan dengan embassy mana pun di dunia ini. Karena kalau untuk orang-orang dengan kriteria di atas kayaknya mau pergi besok juga bisa aja sih 😀

Satu. Pertama-tama, menurut saya pribadi (jadi silakan aja kalo ada yang ga setuju ya. hehe.), kamu boleh memutuskan secara mendadak untuk traveling ke luar negeri kalau kamu memenuhi salah satu kriteria berikut ini 😀

  1. Sudah pernah ke luar negeri sebelumnya.Karena apa? Agar kamu sudah pernah punya pengalaman bagaimana mengurus visa (kalau memang ke negara yang butuh visa), bagaimana melalui pemeriksaan di imigrasi di bandara, barang-barang apa yang sebaiknya dihindari dibawa, dan bagaimana ketika berhadapan dengan atmosfer baru di negara tersebut.
  2. Kalau kamu belum pernah ke luar negeri sebelumnya, tenang, kamu tetap boleh bepergian mendadak, asal kamu adalah orang yang nekad, cepat beradaptasi, dan berani menghadapi tantangan apa pun yang mungkin munculselama traveling. Remember, traveling is full of surprising thing you never expect 😀

Nah kalau kamu memenuhi salah satu kriteria di atas, selamat! The world is waiting for you to explore 😉

Dua. Pastikan apakah kamu butuh visa atau tidak untuk ke negara tersebut, dan jika butuh visa, apakah persyaratannya mudah dipenuhi. Coba cek website kedutaan besar negara bersangkutan. Di sana tercantum dokumen-dokumen apa saja yang dibutuhkan. Banyak sekali negara yang mengharuskan kita sebagai warga Indonesia untuk membuat visa dengan banyaaakk sekali dokumen yang harus dikumpulkan. Kemudian, bisa juga telepon langsung embassy negara tersebut untuk bertanya, biasanya visanya bisa jadi dalam berapa hari. Jika kamu punya waktu hanya 2 minggu seperti saya, dan kamu bukan pengangguran, coba perhitungkan apakah sempat untuk mempersiapkan semua dokumennya, plus bolak-balik ke embassy negara tersebut.

Nah tapi sekarang sudah banyak sekali agen travel yang bisa membantu kita mengurus visa ini. Namun tetap saja kita harus mempersiapkan dokumennya, dan jika ada dokumen yang tidak lengkap, tetap saja dapat menghambat kepergian kita.

Tiga. Pastikan kamu tahu akan tinggal di mana selama di sana. Terutama untuk wanita dan apalagi seorang muslimah berhijab seperti saya, kita tidak bisa begitu saja pergi ke negara orang terus ntar tidur sembarangan di pinggir jalan. Hehe. Kita harus punya tempat bernaung yang proper karena kebutuhan kita untuk menutup aurat. Atau jika kamu wanita tidak berhijab pun, tetap saya tidak bisa tidur di tempat sembarangan 🙂

Untuk tempat tinggal ini, kamu bisa coba cari tumpangan ke teman yang tinggal di negara tersebut #eh 😀 Atau tentu saja mulai searching-searching hostel atau hotel murah sesuai budget dan preferensimu.

*****

Yah sepertinya sekian saja tips-tips dari saya. Sedikit kan? Memang traveling itu gampang dan sama sekali nggak ribet kok. Asal ada niat, diikuti dengan usaha mencari tahu (contohnya kalau kamu nyasar ke blog ini, berarti kamu sudah melakukan usaha mencari tahu ini 😀 ), kemudian usaha menabung (jalan-jalan butuh uang juga walopun ga mesti mahal 😉 ), dan tentu saja berdoa, karena tanpa seijin-Nya, kita tak akan punya daya dan upaya 🙂

Okay, sampai jumpa di postingan berikutnya tentang “Persiapan Jalan-jalan ke Korea dari Jepang” 🙂 Stay tunned!

IMG_5782