A Very Blissful Year 2013

Standard

Tak ingin rasanya berhenti mengucap syukur kepada Allah atas berkah yang begitu berlimpah di tahun 2013 ini. Begitu banyak doa yang diijabah dan daftar mimpi yang tercoret. Belum lagi bonus-bonus nikmat lainnya tak pernah terbayangkan sebelumnya. Rasa-rasanya Allah memberi terlalu banyak pada diri yang begitu tak pantas ini😦

Januari – Maret 2013

Quality time bersama keluarga di Balikpapan sebelum berangkat ke Jepang. Alhamdulillah, setelah 7 tahun merantau, selama 3 bulan ini saya dapat kembali merasakan bangun di rumah hingga tidur lagi pun berada di rumah. Rasanya sangat なつかしい or bring back memories. Sebelum berangkat ke Jepang, sebelum merantau lebih jauh lagi, Allah mengizinkan saya untuk tinggal di rumah dan bertemu ayah, ibu, dan adik 24 jam sehari selama 3 bulan penuh! Bagi saya yang merantau sejak SMA ini, bisa tinggal 3 bulan di rumah dan beraktivitas seperti biasa itu sesuatu sekali >_< Saya sempatkan ke TK, SD, dan SMP saya dulu serta bertemu beberapa guru. Saya sempatkan keliling tempat-tempat makan favorit saya sejak kecil di Balikpapan. Benar-benar waktu yang sangat berharga sebelum keberangkatan saya ke negeri impian ini.

Sambutan yang dibuat adik saya setelah setahun terakhir tidak pulang ke Balikpapan

Sambutan yang dibuat adik saya setelah setahun terakhir tidak pulang ke Balikpapan

April 2013

Akhirnya menginjakkan kaki di Jepang untuk tinggal di sini. Ini memang bukan kali pertama saya ke Jepang, namun merasakan tinggal di Jepang sudah menjadi impian saya sejak jaman lama. Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun berdoa, berusaha dan gagal, berusaha lagi, akhirnya impian ini dapat terwujud di tahun 2013. Di tahun ini pula saya pertama kali melihat bunga sakura yang terkenal hanya muncul selama 2 minggu sepanjang tahun itu. Walaupun ketika saya datang kebanyakan daunnya sudah gugur, tapi saya merasa beruntung sempat mengambil foto yang lumayan bagus dengan sebatang pohon sakura di belakang asrama saya🙂

1

Pohon sakura yang sudah agak rontok bunganya

Pada bulan ini juga saya tergabung dalam Intensive Course Bahasa Jepang yang sangat menyenangkan dan mengakselerasi kemampuan bahasa Jepang saya. Karena tergabung di Internsive Course ini, saya bertemu dengan sensei-sensei yang keren dalam mengajar dan juga akrab dengan kami di luar waktu pelajaran. Saya juga jadi mengalami kelas bahasa Jepang yang tidak monoton dan memiliki program-program menarik di luar belajar bahasa Jepang saja. Saya pun jadi memiliki teman-teman dekat dari berbagai negara sesama peserta kelas Intensive ini. Bagaimana tidak dekat, kami bertemu setiap hari selama 6 jam, 5 hari dalam seminggu, selama 4 bulan. Setelah Intensive Course ini berakhir, kami masih sering kumpul-kumpul dan bertegur sapa di jalan🙂

DSCN0782

Mei 2013

Golden Week ke Kamakura dan Chichibu. Kamakura adalah salah satu destinasi wisata impian saya sejak 2 tahun lalu saat pertama kali ke Jepang. Namun saat itu, disebabkan jadwal yang begitu padat, saya dan teman-teman tidak jadi ke Kamakura😦 Akhirnya pada saat Golden Week saya menyempatkan ke Kamakura bersama teman sesama penerima beasiswa Monbusho (Mbak Dina) dan beberapa teman kelas Intensive Course.

Di depan patung Budha raksasa yang terkenal itu

Di depan patung Budha raksasa yang terkenal itu

Masih saat Golden Week juga, saya dan Mbak Dina jalan-jalan ke Chichibu demi berburu foto-foto cantik bersama bunga tulip. Saya pertama kali mupeng banget sama Chichibu ini sejak melihat foto teman saya (Dwina) yang waktu itu sedang exchange di Jepang. Taman bunga di Chichibu ini warnanya pink semua dan terhampar luas seperti karpet >_< Karena itu saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan benar-benar meniatkan ke sini saat musim semi. Alhamdulillah kesampaian juga🙂

Hamparan bunga yang seperti karpet berwarna pink

Hamparan bunga yang seperti karpet berwarna pink

Juni 2013

Satu lagi destinasi wisata yang tidak sempat saya kunjungi 2 tahun lalu adalah Nikko. Katanya Nikko ini adalah tempat yang tepat jika kamu ingin melihat sisi jaman dahulu Jepang tanpa perlu jauh-jauh ke Kyoto (kalau kamu berada di Tokyo dan sekitarnya loh ya). Nikko ini juga terkenal dengan patung kucing tidur (Nemuri Neko) dan patung 3 monyet (Kikazaru, Iwazaru, Mizaru)-nya. Patung 3 monyet ini sampai ada di emoticon di iphone loh😛

Patung Nemuri Neko yang terkenal ternyata kecil sekali

Patung Nemuri Neko yang terkenal tapi ternyata kecil sekali

Ini asal muasal emoticon monyet yang di iphone

Ini asal muasal emoticon monyet yang di iphone

Peserta kelas Intensive Course memiliki program jalan-jalan ke salah satu spot wisata di Jepang. Karena itu, ketika sensei kelas bahasa Jepang menanyakan saran tempat wisata yang ingin dikunjungi, langsung saja saya menyarankan Nikko. Tak disangka, saran saya yang diambil! Padahal biasanya program jalan-jalan ini hanya ke Tsukuba-san😀 Tapi tahun ini kami bisa berjalan-jalan gratis ke Nikko. Alhamdulillah.. Baca cerita lengkapnya di sini🙂

Juli 2013

Bulan ini adalah bulan terakhir program Intensive Course kami. Tak disangka dalam 4 bulan program ini, kami telah mempelajari banyak kemampuan berbahasa Jepang, salah satunya adalah kemampuan presentasi. Sebagai tugas akhir “kuliah” ini, kami diminta mempresentasikan tentang topik riset kami dalam bahasa Jepang! Awalnya tidak terbayang dapat menjelaskan hal sesulit riset dalam bahasa Jepang, apalagi di depan banyak orang >_< Namun dengan bantuan dari Sensei-sensei kami dalam menerjemahkan istilah-istilah sulit, kami semua dapat melewati tantangan ini dengan baik🙂 Cerita lengkapnya, juga bisa dibaca di sini.

Dalam bulan ini juga, salah satu bulan terpenting umat Islam yaitu Ramadhan berlangsung. Bersamaan dengan masuknya musim panas di mana waktu siang menjadi lebih panjang daripada waktu malam, berpuasa Ramadhan di Jepang sungguh bukan hal yang mudah, namun tak berarti mustahil dilaksanakan. Di sini kami harus sahur sekitar pukul 02.00 karena waktu subuhnya sekitar pukul 03.00, sementara waktu maghribnya adalah sekitar pukul 19.00. Praktis setiap hari kami berpuasa sekitar 16 jam. Tak hanya waktunya yang panjang, namun cuaca yang panas dan kelembaban yang tinggi sungguh membuat peluh terus mengalir dan dahaga semakin tak tertahankan.

Alhamdulillah itu semua tak membuat saya jera menghadapi Ramadhan di Jepang. Justru Ramadhan ini terasa sangat spesial. Setiap akhir pekan komunitas Muslim di Tsukuba mengadakan Ifthar bersama di Masjid Tsukuba. Penyedia menu berbukanya bergantian antara satu komunitas dengan komunitas lain. Misalnya pekan ini komunitas negara-negara Arab (Arab, Mesir, Suriah, dll), pekan berikutnya komunitas Asia Selatan (Pakistan, Bangladesh, dll), kemudian komunitas Melayu (Indonesia dan Malaysia), dan yang terakhir komunitas Turki (sebenarnya ada beberapa komunitas lain tapi lupa apa lagi). Senang sekali rasanya tiap minggu berkumpul dengan saudara senasib sepenanggungan, sekaligus merasakan berbagai jenis masakan yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya. Alhamdulillah meskipun jauh dari tanah air, tetap dapat merasakan budaya berbuka bareng yang kental nuansa ukhuwahnya🙂

photo

Salah satu suasana Ifthar di Masjid

Awalnya saya kira, musim panas tidak akan terasa terlalu berat, secara di Indonesia juga sepanjang tahun panas. Namun ternyata, musim panas di Jepang lebih berat daripada musim panas sepanjang tahun di Indonesia!! >_< Banyak sekali kedodolan dan kebodohan yang saya alami due to lack of experience in dealing with summer😛 Saya bakal cerita nih, tapi janji jangan pada ketawa ya😄

Kedodolan 1 : Suatu saat saya lagi pengen bikin bubur kacang hijau. Menurut saran ibu saya, kacang hijau direndam dulu semalaman supaya lembut dan besok merebusnya tidak terlalu lama. Saya turutilah nasihat ibu. Malam hari saya rendam sebelum tidur. Pagi keesokan harinya, begitu bangun saya langsung berniat merebut si kacang hijau. Namun begitu saya cek rendaman kacang hijaunya, tebak apa yang terjadi saudara-saudara. Kacang hijaunya sudah tumbuh akar hampir menjadi kecambah! Rupanya, kelembaban yang tinggi menyebabkan dia cepat sekali tumbuh dan berkembang😦 Ini dia fotonya

photo(1)

Kedodolan 2 : Di saat lain saya iseng lagi pengen minum susu kedelai. Saya pun membeli susu kedelai kemasan kotak 1 Liter di supermarket. Pada suatu malam sebelum tidur, saya minum susu kedelai tersebut, lalu saya ketiduran dalam keadaan lupa menutup kemasannya dan lupa memasukkannya ke kulkas. Keesokan paginya saat bangun, saya ingin minum susu kedelai lagi. Waktu saya mau menuang ke gelas, sudah saya miringkan kemasannya, tidak ada susu yang keluar dari mulut kemasannya. Berkali-kali saya coba, tetap tidak ada yang keluar. Akhirnya saya nekad mencoba meminum langsung dari mulut kemasaannya. Ketika saya tenggak langsung, akhirnya ada yang keluar dari kemasannya, tapi bukan susu kedelai lagi, melainkan tahu!!! Jadi yang keluar berupa padatan yang berasa seperti susu kedelai, benar-benar mirip tahu mentah. Ternyata hanya dalam waktu beberapa jam saya tidur itu, susu kedelainya sudah terfermentasi sempurna😦

Selain kedodolan di atas, banyak juga hal menyebalkan yang terjadi saat musim panas ini. Contohnya, kecoak-kecoak pada keluar dari lubangnya di dalam tanah untuk mencari kehangatan😦 Kecoak di Jepang berbeda dengan kecoak di Indonesia. Di sini kecoaknya kecil-kecil tapi banyak. Sudah dibunuh berkali-kali tetap saja muncul lagi. Padahal kamar saya bersih, lho. Memang waktunya mereka keluar aja. Selain itu, di dindinh, rak, dan lemari jadi banyak jamurnya. Bukan jamur berbentuk payung yang suka nempel di batang pohon, tapi jamur berbentuk serbuk kecil-kecil yang warnanya putih atau hijau. Baru dibersihkan beberapa hari, sudah muncul lagi. Baju-baju yang sedang tidak terpakai juga jadi banyak yang jamuran. Saya jadi harus mencuci baju-baju tersebut😦

Agustus 2013

Pertama kalinya merasakan Idul Fitri jauh dari keluarga T_T Awalnya cukup mellow dan mewek, membayangkan semua saudara pada kumpul di rumah kakek-nenek. Tapi ternyata berlebaran tak bersama keluarga tak separah itu rasanya. Alhamdulillah, di sini kami mengadakan halal bihalal sendiri. Beberapa mbak-mbak masak opor, sambal goreng kentang, goreng-gorengan, es buah, dan makanan khas Lebaran lainnya. Saya sih cuma nyumbang kerupuk😛 Alhamdulillah, cukup mengobati kerinduan akan kehangatan Lebaran di tanah air🙂

photo(2)

Pada bulan ini juga saya harus mengikuti ujian masuk Graduate School. Setelah Lebaran, Waktu saya kebanyakan dihabiskan untuk belajar soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah di kelas Intensive Course ada 2 orang teman yang sejurusan jadi kami akan menghadapi ujian yang sama. Setiap hari kami pun belajar bersama sampai larut malam. Waktu saya yang tidak belajar hanya untuk solat, makan, dan mandi >_< Akhirnya pada hari H ujian, soalnya memang cukup susah, tapi Alhamdulillah ada yang bisa saya jawab dengan baik.

Dan akhirnya, tanggal yang dinanti-nantikan pun tiba, yaitu kepulangan ke Indonesia, 25 Agustus 2013! Setelah 5 bulan berpisah sejauh ini dan disebabkan kepulangan ini untuk menyambut sebuah episode penting dalam hidup, benar-benar kerasa rindunya akan kampung halaman. Berangkat 25 Agustus jam 23.30 dari Haneda Airport, Alhamdulillah sampai dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pada 26 Agustus jam 11.00 WIB.

September 2013

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengijinkan saya mengenapkan separuh agama pada bulan ini. 7 September 2013. Tanggal di mana saya dan seorang lelaki bernama Araf Pratamanaim membuka lembaran baru dalam hidup kami. Lembaran kosong yang siap ditulisi bersama, dikoreksi, dan diedit, hingga akhirnya menghasilkan kisah indah yang siap dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak. Seorang lelaki yang dengannya saya harap bukan jatuh cinta, melainkan membangun cinta bersama, merajut kebahagiaan hakiki, mengharap ridha Ilahi dalam setiap langkah kami.

IMG_7412

Alhamdulillah, pada bulan ini kami juga diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk jalan-jalan keliling Kansai. Selama seminggu setelah rangkaian acara pernikahan di Indonesia, kami sempatkan untuk keliling Osaka, Himeji, Kobe, Nara, dan Kyoto, demi melihat sisi lain dari negara Jepang.

Kinkakuji Temple

Kinkakuji Temple

Oktober – November 2013

Sepulangnya suami ke tanah air, kembali lagi saya harus berjuang menghadapi kelanjutan hidup di sini. Hehe, agak lebay ya. Masih ada dua setengah tahun perjuangan sebelum akhirnya bisa benar-benar menatap dunia bersama suami tercinta >_<

Bulan ini adalah musim gugur pertama saya. Takjub rasanya bisa melihat bagaimana daun-daun itu berubah warna dari hijau, kucing, merah, coklat, sebelum akhirnya gugur ke tanah, meninggalkan batang pohon yang siap ditumbuhi dedaunan baru. Benar-benar fenomena yang membuat saya semakin mengagumi keagungan Allah dan semua ciptaannya.

photo(3)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” QS. al-An’am (6) : 59

Pada 15 November 2013, kami, mahasiswa yang tergabung dalam PPI Ibaraki mengadakan perhelatan kebudayaan Indonesia yang bertajuk Malam Cinta Indonesia (MCI). Pada acara ini saya menampilkan tiga tarian, Tari Nandak Betawi, Tari Saman, dan Tari Poco-poco. Sudah menjadi impian saya sejak lama untuk menampilkan kebudayaan Indonesia di depan penonton mancanegara, Alhamdulillah salah satu wish-list ini akhirnya tercoret juga🙂

48

Desember 2013

My very first snow!! Dan tak hanya sekedar melihat salju, namun saya juga berkesempatan mencicipi olahraga ski di Nagano. Alhamdulillah, sebuah hadiah penutup tahun yang indah dari Allah SWT.

IMG_3415

*****

Ya, Allah,  terima kasih atas segala pengalaman hidup yang berharga, baik suka maupun duka. Semoga hamba senantiasa bersyukur atas nikmat usia, kesempatan, dan kesehatan yang Engkau berikan pada Hamba hingga detik ini. Jagalah selalu orang tua Hamba, di kala penjagaan Hamba tak sampai kepada mereka. Jauhkanlah yang haram dari rizki suami Hamba, ya Allah. Lapangkanlah jalan kakek-nenek yang telah mendahului Hamba. Curahkanlah karuniamu kepada adik-adik Hamba, sahabat-sahabat Hamba, dan seluruh mukmin di muka bumi ini. Semoga tahun depan Hamba bisa lebih dekat kepada-Mu lagi, dan bisa menjadi pribadi yang terus lebih baik. Aamiin.

“Maka nikmat Tuhan-Mu yang mana yang kamu dustakan?”

2 responses »

  1. hallo Mba, salam kenal. sya You.🙂

    mba bole tnya2 seputar beasiswany kga? hehe. sya tertarik sii tuk belajar djpang.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s