Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) G2G

Standard

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah, setelah penantian selama 9 bulan, akhirnya kemarin pengumuman final penempatan universitas bagi peraih beasiswa Research Student MEXT 2013 keluar juga. Dan saya mendapatkan universitas pilihan pertama saya, yaitu University of Tsukuba atau Tsukuba-dai. Rasanya bersyukur tapi juga deg-degan, mengingat masih banyak perjuangan dan tantangan yang bakal saya hadapi selama beberapa tahun ke depan >_<

Didorong keinginan untuk memberikan informasi yang bermanfaat sekaligus otentik mengenai beasiswa Monbusho ini (karena banyak juga temen yang menanyakan pertanyaan yang sama), maka akhirnya saya pun membuat postingan ini. Walaupun sudah banyak blog dan website yang membahas mengenai beasiswa ini, tidak ada salahnya saya mengulang kembali, karena saya percaya perspektif yang berbeda dari setiap penulis yang mengalaminya, akan  memperkaya khasanah pembaca dan dapat saling melengkapi antara satu tulisan dengan tulisan lain.

Apa sih Beasiswa Monbukagakusho itu?

Monbukagakusho/Monbusho/MEXT (selanjutnya akan saya sebut Monbusho saja) adalah salah satu kementrian yang ada dalam pemerintahan Jepang, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang. Setiap tahunnya Monbusho memberikan beasiswa kepada negara-negara yang memiliki hubungan diplomasi dengan Pemerintah Jepang. Untuk Indonesia sendiri, Monbusho bekerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Jepang yang ada di Indonesia melaksanakan seleksi penerimaan beasiswa setiap tahunnya. Beasiswa ini meliputi biaya studi, biaya hidup, dan tanpa ikatan dinas apapun. Info lengkap tentang Monbusho bisa dilihat di sini.

Beasiswa yang ditawarkan antara lain:

  1. Undergraduate (S1), College of Technology (D3), dan Professional Training College (D2) untuk lulusan SMA (info lengkap bisa dilihat di sini)
  2. Research Student (S2 dan S3) untuk lulusan S1 (info lengkap bisa dilihat di sini)
  3. Teacher Training untuk pendidikan keguruan
  4. Japanese Studies untuk mahasiswa jurusan bahasa dan budaya Jepang

Link saya kasih di atas saat saya menulis ini masih untuk keberangkatan tahun 2013, tapi setiap bulan April link tersebut akan di-update untuk keberangkatan tahun 2014. Begitu seterusnya tiap tahun. Jadi silakan di-bookmark saja link tersebut.

Saya sendiri mendaftar untuk program research student (RS). Nah untuk RS ini, terdapat 2 jenis jalur yang dapat ditempuh, yaitu G2G dan U2U. G2G adalah Government to Government, dalam artian kita dapat memperoleh beasiswa ini melalui seleksi yang ditetapkan oleh pemerintah dan jika dinyatakan lolos oleh pemerintah Indonesia dan Jepang. Sedangkan U2U adalah University to University, yang kurang lebih beasiswa tersebut ditawarkan oleh suatu universitas ke universitas lain.

Karena saya mendapatkan beasiswa Monbusho yang G2G, jadi saya tidak dapat menjelaskan dengan detail seperti apa U2U itu. Mungkin bagi yang mau tahu juga, bisa membaca ulasan senpai saya di sini. Nah untuk selanjutnya, saya akan menceritakan dengan detail mengenai Monbusho G2G.

Tahapan Seleksinya

Seleksi Monbusho G2G dibuka setahun sekali setiap bulan April minggu pertama. Secara umum, seleksi ini terbagi menjadi 2 tahap, Primary Screening dan Secondary Screening. Primary screening merupakan seleksi oleh pihak Kedubes Jepang di Indonesia, sedangkan Secondary screening merupakan seleksi oleh pihak Monbusho di Jepang.

Primary Screening sendiri terbagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama merupakan seleksi dokumen. Info lengkap mengenai dokumen apa saja yang harus dikumpulkan, dapat dibaca di sini. Tapi nanti pada postingan selanjutnya, saya akan menceritakan pengalaman saya juga dalam mempersiapkan dokumen2 tsb🙂

Jika lolos seleksi dokumen, akan dilanjutkan dengan ujian tertulis yang terdiri dari ujian bahasa Inggris dan bahasa Jepang sekitar bulan Juni. Jika lolos lagi, maka akan menghadapi ujian wawancara sekitar bulan Juli.

Nah jika lolos ujian wawancara, maka kita dinyatakan lolos Primary Screening! Yeay! Alhamdulillah..🙂

Tapi jangan senang dulu, karena masih ada seleksi terakhir >_< yaitu secondary screening. Di secondary screening ini kita harus mengirimkan Letter of Acceptance (LA) dari profesor di Jepang ke kedubes Jepang di Indonesia. Setelah ini, kita harus menunggu pengumuman cukup lama yaitu kurang lebih 4 bulan. Heu, banyak2 berdoa deh saat2 ini. Tapi gosip-gosipnya sih kalo kita lolos primary dan dapet LA, insya Allah lolos secondary juga. Wallahu ‘alam, namun Alhamdulillah, seperti itulah yang terjadi pada saya🙂

Jika kita sudah dinyatakan lolos secondary, maka insya Allah, kita akan berangkat ke Jepang bulan Maret minggu akhir tahun berikutnya karena kita akan memulai perkuliahan pada bulan April-nya🙂

Setelah Lolos Semua Tahapan Seleksi

Sebenarnya kita belum menjadi mahasiswa S2 saat tiba di Jepang bulan Maret tersebut. Saat ini kita akan berstatus kenkyuusei atau research student. Pada masa-masa ini, kita akan belajar bahasa Jepang dan mempersiapkan untuk ujian masuk ke universitas yang dituju. Ujian masuk ini tergantung universitasnya, biasanya sih bulan Agustus di tahun yang sama, namun ada juga yang baru Februari tahun depannya lagi. Kita  akan berganti status menjadi mahasiswa S2 jika sudah dinyatakan lolos ujian masuk Universitas tersebut. Heu, jadi begitu sampe Jepang ternyata masih ada ujian yang harus kita hadapai, ya. Tapi tenang saja, insya Allah, it worth the pain kok🙂

Naahh, kalo sudah berubah status jadi mahasiswa S2, sapa bilang perjuangan sudah berakhir? Justru inilah awal perjuangan kita sebenarnya!! >_<

Inget aja bahwa:

Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…” (Terjemah Q.S. Al Mu’minun: 62)

So, yakin saja apa pun yang akan kita hadapi setelah ini, insya Allah, Allah sudah menyiapkan solusinya. Aamiin..🙂

*****

Tentang Beasiswa untuk Undergraduate Student

Sebenarnya tadinya saya tidak berencana  menulis tentang ini. Namun disebabkan banyaknya komen yang bertanya tentang beasiswa Undergraduate, mungkin saya bisa bercerita sedikit tentang pengalaman saya mengikuti seleksi ini 5 tahun yang lalu saat saya baru lulus SMA. Saya sendiri tidak lolos seleksi S1 ini, namun saya bisa menceritakan apa yang saya pikir menjadi kekurangan saya sehingga adik-adik yang masih SMA bisa belajar dari kekurangan saya ini🙂

Tahapan seleksinya sendiri bisa dilihat di link ini. Persiapan saya waktu itu ya mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya. Dari mengerjakan soal-soal ini, saya mendapat gambaran seperti apa tipe soal yang akan keluar. Dan ternyata memang tipe soalnya serupa dari tahun ke tahun (ga tau ya kalo sekarang masih akan serupa atau tidak).

Saya memilih pake IPA-A waktu itu, yang berarti saya harus mengerjakan soal Matematika, Fisika, dan Kimia. Untuk Matematika, tipe soalnya setingkat olimpiade. Karena saya memang bukan anak olimpiade Matematika, kalau ga salah waktu itu saya cuma bisa mengerjakan 75%, itu pun kebanyakan yang bagian Multiple Choice-nya. Essay-nya sendiri cukup sulit menurut saya. Untuk Fisika, tipe soalnya setingkat lomba-lomba, jadi agak selevel lebih tinggi daripada soal ujian di sekolahan. Alhamdulillah, karena dulu memang saya ikutnya Olimpiade Fisika, 98% soal dapat saya kerjakan (saya masih ingat saya hanya tidak dapat menjawab 2 soal dari 40 atau 50 soal waktu itu). Untuk Kimia juga setingkat lomba, mungkin saya cuma bisa mengerjakan 75% juga.

Nah sebenarnya setelah selesai mengerjakan soal-soal ini saya cukup PD karena saya merasa berhasil mengerjakan soal-soal Fisika-nya. But in the end, saya ga lolos seleksi tertulis ini. Jadi mungkin, mereka yang lolos itu adalah mereka yang dapat mengerjakan tiga jenis soal di atas dengan prosentase benar 85% semua kali ya…wallahu’alam…

*****

Segini dulu untuk postingan kali ini. Insya Allah akan segera saya lanjutkan dengan post mengenai tahap-tahap yang saya lalui hingga akhirnya mendapatkan beasiswa Monbusho ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah referensi yang sudah banyak bertebaran di dunia maya. またね!^^v

Tahap selanjutnya : Seleksi Dokumen

46 responses »

  1. Pingback: Seleksi Dokumen Monbusho G2G « Atashi no Hanashi

  2. assalamualaikum, saya mau tanya saya kan masih kelas 2 smla pengen banget dapet beasiswa monbukagakuso kalo nyari profesornya dari sekarang gimana? saya takut kalo dadakan

    • wa’alaykum salam, dini. kalau beasiswa monbukagakusho utk S1 beda lg prosedurnya🙂 kalau yg saya tulis ini utk program S2 dan S3. untuk yg S1 bisa juga dicari infonya di website kedubes Jepang yg ada di postingan ini link nya. good luck ya🙂

  3. Halo kak.. Saya mau tanya nih..
    kakak punya teman/kenalan gak yg lulus monbukagakusho program S1 kemaren ?? *mau tanya-tanya seputar undergraduate kak.

  4. asaalamualaikum kakak..
    Saat ini saya masih duduk di kelas 12..
    insyaallah setelah lulus pengen daftar monbusho undergraduate.
    mohon di beri tahu persiapan” dan kakak ada temen yang udah lolos undergraduate apa enggak.
    trimakasih kk🙂

  5. kak nadine, saya mau tanya-tanya tentang beasiswanya, minimal saya tau bagaimana tesnya seperti apa tesnya dan wawancaranya. kalau ada kenalan yang di monbukagakusho yang keterima S1, kasih tau donk kak. ^^ thanks before
    “Ilmu akan menjadi sangat baik jika saling berbagi Ilmu tersebut”

    • kalo tentang tesnya sudah dibahas sedikit di postingan ini ya, luthfi🙂
      kalo kenalan sebenernya ada, tapi saya ga enak juga klo tiap ada yg nanya ke sini di-refer ke beliau😀,
      jadi coba cek website http://www.pmij.us dan tanya2 di situ langsung ya.. good luck!

  6. maaf mau tanya kan nadine , terakhir waktu mendaftar undergraduate s1 nilainya berapa ya yang semester terakhir ? maaf tanya” soalnya ingin mencari ancer” juga kak … maaf sebelumnya … terimakasih kak udah mosting ini🙂

  7. assalamualaikum kak, mau nanya, kakak dapet soal2 test taun lalu waktu mau test untuk undergraduate itu dari mana ya?

    • wa’alaykum salam. wah saya test udergraduate bukan taun lalu, tapi 5 taun lalu..jadi udah lupa dapetnya di mana..hehe..tapi mungkin di website kedubes yang link-nya ada di atas

  8. salam kenal mbak
    td saya baca info diatas da yang mo dtnya. tentang tes yang ke-2, pengiriman LoA tu kita harus mencari profesor pembimbingnya ya terlebih dahul? mohon penjelasanya ya mbak

    • kalo pengiriman LOA, iya harus sudah dapat profesor pembimbing dulu. profesor pembimbing bisa dicari dengan membuka-buka website universitas yang diingikan🙂

  9. Kak, menarik banget post-nya.
    Oiya ada yang mau saya tanyakan. Berhubung tahun ini saya kelas tiga SMK dan berminat sekali untuk melanjutkan monbusho sejak awal masuk smk dulu, jadi saya selalu mencari-cari infonya😀
    Saya berminat untuk mengambil program specialized training college (D2), kak. Lebih tepatnya program design. Dan di web kedutaan jepang sendiri mencantumkan bahwa test u/ program itu hanya mencangkup mat and english. Yang mau saya tanyakan… Apakah soal-soal matematika u/ program D2 kesulitannya setingkat dgn soal olimpiade juga kak? Karna jujur, selama saya sekolah di smk ini, matematika yang diajarkan pihak sekolah memang kurang mendetail, karna memang itulah bab yang hanya perlu diajarkan untuk tingkat Smk.
    Dan apakah rata2 raport yang diperlukan harus yang nilainya tinggi? Karna jujur saya hanya dapat rata-rata 8,5 u/ 5sms terakhir.
    Saya pikir cukup. Aduh jadi banyak bicara.
    Tapi terimakasih banyak bila kakak berkenan untuk menanggapinya!🙂

    • Halo, Mayang. Karena saya ga pernah ikut tes masuk D2, saya kurang tahu. Yang pernah saya ikuti tes masuk S1 dan soal2nya setingkat lebih sulit dari soal yang biasa dikerjakan di sekolah atau kelas. Kalau rata2 rapor untuk D2 klo ga salah dicantumkan di website kedubes.
      Good luck ya!🙂

      • Haik! Makasih kak responnya^^ tp setau saya di website yg dicantumkan cuma nilai UN hehehe. Mo ichido, arigatougozaimashita!

  10. Kak, menarik banget
    post-nya.
    Oiya ada yang mau saya
    tanyakan. Berhubung
    tahun ini saya kelas tiga
    SMK dan berminat sekali
    untuk melanjutkan
    monbusho sejak awal
    masuk smk dulu, jadi saya
    selalu mencari-cari
    infonya
    Saya berminat untuk
    mengambil program
    specialized training
    college (D2), kak. Lebih
    tepatnya program design.
    Dan di web kedutaan
    jepang sendiri
    mencantumkan bahwa test
    u/ program itu hanya
    mencangkup mat and
    english. Yang mau saya
    tanyakan… Apakah soal-
    soal matematika u/
    program D2 kesulitannya
    setingkat dgn soal
    olimpiade juga kak?
    Karna jujur, selama saya
    sekolah di smk ini,
    matematika yang
    diajarkan pihak sekolah
    memang kurang mendetail,
    karna memang itulah bab
    yang hanya perlu
    diajarkan untuk tingkat
    Smk.
    Dan apakah rata2 raport
    yang diperlukan harus
    yang nilainya tinggi?
    Karna jujur saya hanya
    dapat rata-rata 8,5 u/
    5sms terakhir.
    Saya pikir cukup. Aduh
    jadi banyak bicara.
    Tapi terimakasih banyak
    bila kakak berkenan
    untuk menanggapinya!😀

    • Maaf saya tidak tahu mengenai tes untuk yg D2, tapi yg D3 dan S1 sepertinya memang setingkat olimpiade berdasarkan pengalaman saya dan teman2 yg saya kenal.

      rata-rata 8,5 sepertinya cukup kok untuk seleksi beasiswa. dicoba dulu saja ya!🙂

  11. Assalamualaikum saya Surya dari Surabaya.

    Saya sangat termotivasi oleh cerita kakak.
    Saya sangat ingin kuliah di Jepang ( Kyodai / todai ).
    Saya lulusan S1 Matematika, mau lanjutin RS lewat beasiswa ini.

    Saya mau tanya :
    1. Apa benar harus mengirim proposal thesis yg akan kita buat di S2 nanti ?
    2. Misal kita RS di univ A, apakah kita jg harus S2 di univ tsb atau boleh di univ lain ?
    3. Kira2 untuk S2 mat univ yg bgus mana ?

    Mohon tipsnya kak agar bisa dapet profesor pembimbing di Jepang atau mungkin kakak jg punya link teman dr matematika disana.

    Trima kasih sebelumnya.

    surya arasy
    suryaarasy48@gmail.com

    • Wa`alaykum salam wr wb
      Alhamdulillah jika bisa memotivasi, semoga diberikan yg terbaik🙂

      Langsung saya jawab ya pertanyaannya:
      1. Kalau dari persyaratannya seleksi beasiswa monbusho sendiri memang ada dokumen yg harus diisi berisikan rencana tesis seperti apa yg mau dilakukan nantinya

      2. tentu saja harus di univ yang sama. namun saya punya teman yg pindah universitas karena dia benar-benar tidak cocok dengan sensei di univ waktu di research student. tapi ini kan kasus khusus. normally kita memang S2 di univ yg sama dengan RS kita

      3. saya kurang tahu kalau tentang ini. mungkin bisa tanya pada dosen pembimbing S1 kamu, atau senior matematika kamu yg melanjutkan di jepang. tips saya, yang penting, cari sensei yg risetnya menarik buat kita, supaya enjoy nanti ngerjainnya.

      semangat ya!🙂

  12. tulisan kk sangat bermanfaat terima kasih banyak ka nadine🙂 . mohon bantu do’a nya ka .. supaya Ruru bisa lolos untuk seleksi monbusho tahun ini aamiin o:) . sekali lagi terima kasih ka nadine🙂

  13. Pingback: Tahapan dan Tips Menghadapi Seleksi Monbukagakusho G to G

  14. Assalamualaikum kak nadine, terima kasih sudah membagikan ilmunya. kak, saya mau tanya, pada persiapan berkas/dokumen TOEFL/IELTS atau JLPT, kita harus mengambil ketiga tes tersebut atau pilih salah satu ya kak?

  15. Kak punya temen yang lulus monbukagakusho S1 gak? Mau tanya tanya soal seputar ungraduate niii.. Pengen banget sekolah disana, taun depan baru lulus, mungkin bisa buat persiapan hehehe….

  16. Wah mantap ni jurusannya juga mirip jurusan ku.

    Kalau boleh saya mau tanya” langsung melalui email atau line🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s