Monthly Archives: October 2012

Mimpi Setinggi Surga

Standard

“Assalamu’alaykum,” sapa adik-adik mentorku dengan senyum menghiasi wajah mereka.

“Wa’alaykum salam,” jawabku ikut tersenyum, melihat wajah-wajah ceria mereka hari ini.

Pagi ini aku akan mengisi mentoring pekanan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 08.00 di selasar masjid kampusku. Adik-adikku berjumlah sepuluh orang, dan Alhamdulillah, semuanya telah menutup aurat dengan baik. Mereka semua masih tingkat 2 di kampus ini, perbedaan usianya 3 tahun denganku yang sudah lulus. Namun di usia mereka yang sebagian besar belum menginjak 20 tahun, sama sekali tidak terlihat keengganan dalam mengikuti “lingkaran” ini setiap pekannya. Masya Allah, sungguh hidayah hanya Allah berikan bagi yang Ia kehendaki. Dan bersyukurlah jika kita menjadi yang terpilih itu.

Kami pun bersalam-salaman satu sama lain sambil duduk membentuk lingkaran. Aku pun menanyakan kabar beberapa anggota lain yang belum hadir.

“Atika dan Farah masih di jalan, Kak. Yang lainnya, saya kurang tahu,” ujar Aulia, ketua kelompok mentoring ini.

Sambil menunggu yang belum hadir, aku membiarkan mereka mendiskusikan pelajaran. Rupanya siang nanti mereka akan UTS Matematika Teknik untuk yang pertama kalinya. Aku pun iseng-iseng melihat soal-soal yang sedang mereka kerjakan. Ternyata beberapa masih bisa aku ingat cara mengerjakannya, padahal otak ini sudah tidak dipakai untuk menghitung matriks-matriks seperti itu selama kurang lebih setahun belakangan ini. Maklum, TA-ku sama sekali tidak menggunakan prinsip-prinsip yang dulu aku pahami mati-matian ini.

Selang sepuluh menit berikutnya seluruh adik mentorku pun telah hadir. Disty yang hari ini bertugas menjadi MC pun membuka kegiatan hari ini.

“Assalamu’alaykum, teman-teman semua. Alhamdulillah kita dapat berkumpul kembali untuk melaksanakan mentoring hari ini. Segala puji bagi Allah yang telah…,” Disty pun melanjutkan pembukaan dengan kalimat yang telah menjadi template ini. Meskipun sudah berulang kali kudengar, namun berkumpul dengan adik-adik yang memiliki semangat belajar tinggi ini selalu memberikan kesenangan tersendiri bagiku. Rasanya seperti ada yang men-charge kembali setelah seminggu berkutat dengan pekerjaan di laboratorium.

Seperti biasa, mentoring selalu diawali dengan tilawah dan pembacaan terjemahnya. Damai sekali mendengar lantunan ayat suci Al Qur’an ditingkahi dengan kicau burung gereja di pagi hari yang sejuk serta suara sapu Pak Mamat, petugas cleaning service masjid, ย menyapu daun-daun di kejauhan. Aku pun terhanyut dalam alunan ayat-ayat cinta-Nya ini.

Hingga sampai pada terjemahan sebuah ayat yang dibacakan oleh Atika,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS.21 Al-Anbiya:35)

Deg! Astaghfirullah, sudah begitu lama aku tidak mengingatnya. Ia yang sudah pasti datangnya. Maut..

Aku pun tercenung..

Tanpa terasa tilawah pun selesai. Kegiatan dilanjutkan dengan materi yang sudah aku persiapkan dengan baik semalam. Hari ini aku akan memberi tahu mereka sebuah rahasia. Sebuah kunci yang dapat membantu mereka mewujudkan impian-impian mereka.

“Adik-adik, kalian memiliki impian tidak?” tanyaku pada mereka.

“Iya punya dong, kak!” jawab Rika yang paling ceria dan bersemangat. Yang lain ada yang mengangguk-angguk, ada pula yang hanya mesem-mesem.

“Nah kalian pernah tidak menonton sebuah video yang menceritakan seorang pemuda yang menuliskan mimpi-mimpinya, kemudian mimpi tersebut menjadi kenyataan?” tanyaku lagi.

“Wah pernah..pernah, kak. Yang anak IPB itu bukan?” kata Aulia.

“Iya, betul sekali. Coba dong Aulia ceritain ke temen-temen isi dari video tersebut,” ujarku.

Aulia lalu menceritakan isi video tersebut, di mana ada seorang mahasiswa IPB yang menuliskan 100 mimpinya di atas kertas, lalu kertas tersebut ditempelnya di dinding kamarnya. Dan satu per satu, atas seizin Allah, mimpi-mimpi tersebut terwujud. Mulai dari menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya, mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Jepang, menyelam ke dasar laut, hingga menancapkan bendera merah-putih di puncak sebuah gunung di Jepang.

Aku lihat beberapa pasang mata berbinar-binar mendengar cerita itu. Aku bisa memakluminya. Aku pun merasakan yang sama saat pertama kali melihat video itu sekitar 4 tahun lalu, saat aku baru menginjakkan kaki di kampus ini. Memang video tersebut sangat memotivasi, terutama bagi mahasiswa tahun-tahun awal yang masih mencari jati diri.

“Tentu adik-adik juga ingin kan impiannya terwujud seperti pemuda tersebut? Nah kalau begitu, coba sekarang adik-adik tuliskan impian adik-adik, untuk 4 tahun ke depan saja, hingga adik-adik lulus kelak, di secarik kertas, beserta usaha yang sudah, sedang, dan akan adik-adik lakukan demi mencapai impian-impian itu,” kataku.

Aku perhatikan semua tampak bersemangat menuliskannya. Setelah lima menit berlalu, aku pun meminta mereka satu per satu membacakan apa yang telah mereka tulis.

Ada yang ingin lulus tepat waktu, ada ingin menjadi asisten lab tahun depan, ada yang ingin mendapat beasiswa S2 di luar negeri, bahkan ada yang ingin menikah sebelum lulus kuliah! Subhanallah, mimpi-mimpi yang luar biasa. Aku pun mengaminkan dalam hati.

Lalu tiba saatnya Farah, yang paling pendiam dan suaranya pelan sekali, membacakan mimpi-mimpinya.

“Kalau saya, kak, pertama tentu saya ingin masuk surga,” katanya dengan suara sayup.

Tunggu, sepertinya ia salah memahami instruksiku. Maksudku, mimpi yang harus dituliskan itu adalah mimpi 4 tahun ke depan, bukan mimpi jangka panjang seperti itu. Kemudian aku pun menyela, “Wah iya tentu saja kita semua ingin masuk surga. Kalau mimpi 4 tahun ke depannya apa, Farah?”

Lalu, masih dengan suara pelan, ia menjawab,

“Maaf kak, ini saya tulis pertama kali, karena menurut saya, kita tidak akan pernah tahu, 4 tahun ke depan, impian atau maut yang akan mendahului.”

Deg! Untuk kedua kalinya aku tertampar hari ini. Sebuah jawaban yang tak pernah kusangka akan keluar. Tidak dari ia yang biasanya hanya diam dan mendengarkan. Tidak dari ia yang jarang sekali berpendapat. Yang bahkan terkadang ditanya pun tidak mau menjawab.

Farah pun melanjutkan penjelasannya, “Saya akan tetap mengutamakan mimpi ini di atas mimpi-mimpi lainnya. Karena maut bisa datang menjemput kapan saja. Saya tidak ingin ketika ia datang, saya tidak memiliki persiapan apa-apa karena terlalu sibuk mewujudkan impian duniawi saya..”

Bodohnya aku. Bagaimana aku bisa yakin 4 tahun ke depan aku masih akan hidup. Dengan sombongnya aku memenuhi catatan impianku dengan impian-impian duniawi. Impian-impian yang begitu fana. Ingin keliling Indonesia lah, ingin keliling dunia lah. Buat apa semua tempat yang aku kunjungi itu jika pada akhirnya aku tidak dapat “mengunjungi” surga karena aku tidak mempersiapkannya dengan baik? Astaghfirullah..

Tentu saja aku tak ingin sekedar “mengunjungi” surga, aku pun ingin tinggal di dalamnya..

Dengan rasa malu aku terus mendengar pemaparan Farah mengenai mimpi-mimpinya. Aku pun tersadar, sudah seharusnya aku tuliskan “ingin masuk surga” itu di nomor 1 catatan impianku. Dan sudah seharusnya aku mempersiapkannya sedini mungkin. Sudah semestinya kujadikan ia sebagai mimpi jangka pendek dan mimpi utama, sehingga kapan pun malaikat Izrail menghampiri, aku memiliki bekal yang cukup untuk menyongsongnya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(QS.3 Ali-Imran:185)

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.”
(QS. Al-Jumu’ah:8)

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Munaafiquun:11)

Ya, kehidupan dunia ini hanya kesenangan sementara. Bahkan sejatinya ia memperdayakan. Sedangkan maut itu pasti datangnya, hanya misteri waktunya yang membuat kita kerap terlupa.

Gantungkanlah mimpimu setinggi langit, karena jika terjatuh, kau masih akan berada di antara bintang-bintang.
Namun gantungkanlah mimpimu setinggi surga, mungkin kau akan terjatuh di taman firdaus atau di telaga al kautsar.

Ku akhiri mentoring hari ini dengan kegalauan yang kuharap tak nampak jelas di mata adik-adik mentorku. Di kejauhan masih kudengar suara sapu Pak Mamat menyapu dedaunan yang terus saja diterbangkan angin. Aku pun berharap anganku bertemu dengan-Nya terbawa angin hingga setinggi surga.

*****

Catatan:
Cerita ini disadur dari kisah nyata yang dialami oleh penulis, dengan berbagai penyesuaian. Semua nama tokoh dan tempat di atas hanyalah fiktif belaka, kecuali tentang pemuda yang menuliskan mimpinya. Video tersebut dapat dilihat di sini:

Advertisements

IUES 2012: Sweet Escape Day #5

Standard

Day #5: Unbelievable!

Hari ini kami akan berjalan2 mengunjungi kota industri Karawang. Sebenernya saya agak tidak mengerti korelasi antara kunjungan ke kota industri ini dengan tema acara IUES yang sekarang ๐Ÿ˜€ Tapi karena kami bakal satu bis sama temen2 dari Jepang, kami tetap excited karena pasti ntar di bis bakal seru2an \^o^/

Paginya kami kumpul dulu di gerbang depan kayak biasa. Dan hari ini temen2 dari Jepang banyak yang pake kemeja batik!! Gara2 kemaren kan pada tuker2an kado, jadi ada beberapa peserta Indonesia yang ngasih baju batik ke orang Jepang. Tapi ada juga yang emang sengaja beli baju batik hari sebelumnya. Wah senangnya motif kebangsaan kita dipake sama mereka dengan bangga >_<

Sekitar jam 8 kami semua naik ke bis C*paganti yang gede dengan formasi 2 seat kiri dan 3 seat kanan, serta di paling belakang ada 6 seat yang digabung. Saya langsung nyari posisi di belakang deket sama orang yang biang keramaian, kayak Ditak, Riri, Nanda, dan Riedha (ini kenapa cewek semua?) plus orang2 Jepangnya ada Kyoko, Yuki, Shinkai, Daiki, Yusuke, Shota, dan Yohei.

Saya duduk di baris kedua dari belakang, bareng Shota, Nanda, Riri, dan Yusuke. Wah ga nyangka temen sebangku saya, Shota, kalo ngobrol ga bisa berhenti juga. Saya udah beberapa kali punya temen orang Jepang tapi jarang2 ada yang ngobrol bisa nyambung banget kayak saya ngobrol sama orang Indonesia gini. Dan, pembicaraannya lucu2 lah, kebanyakan sih seputar perbedaan Indonesia dan Jepang yang aneh2. Nah bagian yang di bawah ini bisa langsung di-skip buat yang males baca keanehannya ๐Ÿ˜€

————————————————————– Bisa di-skip———————————————————————–

Beberapa percakapan yang masih saya inget gara2 keanehannya:

Tentang Payung

Pertamanya saya cerita kalo payung Jepang adalah payung dengan kualitas terbaik yang pernah saya temui (yaiyalah orang saya baru taunya payung Jepang sama payung Indonesia doang -__-). Trus saya nunjukin payung yang sempet saya beli di Jepang taun lalu dengan harga 6 kali lipat harga payung standar Indonesia. Alhamdulillah payung itu masih bertahan tanpa cacat sedikit pun selama setahun ini. Beda banget sama payung Indonesia saya yg ga pernah bertahan lebih dari sebulan >_<

Trus dia bilang, oh iya payung di Jepang emang kuat2 soalnya kadang2 hujannya juga heboh. Trus saya jadi inget kalo kebanyakan cowo di Indonesia ga suka bawa payung, soalnya menurut mereka cowo pake payung itu is like a girl. Trus dia bilang bahwa itu alasan yang aneh. Kalo ga pake payung kan bisa sakit, dll. Hahaha, jawabannya jepang banget ๐Ÿ˜€ Tapi saya bener2 berharap kalo ada cowo yg baca ini, jadi ga malu lagi bawa payung ke mana2 ๐Ÿ™‚

Tentang Toilet

Saya lupa ini awalnya gimana, pokoknya tiba2 dia bilang dengan wajah sangat stres, “kenapa sih toilet di Indonesia ga ada toilet papernya? gimana caranya ngebersihinnya kalo ga pake toilet paper coba?”

Saya ketawa ngakak pas bagian “gimana cara bersihinnya”, soalnya kalo untuk urusan ini sih saya setuju parah bahwa semestinya abis buang air, walopun dibersihin pake air dulu, abis itu tetep wajib pake tissue. Kalo nggak kan bakal lembab dan jadi sarang buat bakteri berkembang. Hiii >_<

Tentang Rambut

Nah kalo ini Shota tiba2 nanya, “is it forbidden in Indonesia to dye your hair?” Karena kayaknya dia merhatiin bahwa sejauh mata memandang selama dia di Indonesia (di ITB kali ya lebih tepatnya) ga ada orang yang rambutnya berwarna-warni. Sedangkan dia sendiri rambutnya warna coklat, dan tentu saja tidak lupa dengan Shinkai yang rambutnya ijo-kuning ngejreng >_<

Trus saya jawab, “No, it’s not forbidden. Even I also can dye my hair (padahal kan pake jilbab-red). But I choose not to because I’m afraid it can damage my hair. Actually in Indonesia, only celebrities dye their hair. It’s not common for students like us.” Eh dia ketawa ngakak -__-”

Trus tiba2 dia nanya lagi, “How can you cut your hair?” sambil nunjuk jilbab saya. Ya saya jawab aja, di Indonesia terdapat beberapa salon yang khusus wanita, jadi saya bisa buka jilbab ini. Eh ternyata dia pikir kita muslimah bener2 ga boleh ngelepas jilbab di mana pun *yakali*, jadi saya jelasin deh kalo boleh buka jilbab di depan temen2 cewek atau keluarga. Trus dia surprised banget ada salon khusus wanita *kayaknya dia selalu surprised dengan fakta2 “aneh” Indonesia, deh, haha..

Eh nanya lagi doi, trus ntar di Jepang gimana kalo mau potong rambut, kan ga ada salon khusus wanita. Ya saya bilang aja, saya bakal potong rambut tepat sebelum pergi. Trus ntar setahun kemudian pas pulang ke Indonesia baru deh potong rambut lagi. “Heee..” kata dia sambil manggut2.

Tentang Borobudur dan Yogyakarta

Oh iya, hari ini saya bawa banyak souvenir untuk dibagi2in ke temen2 Jepang. Salah satunya post card yang saya beli di Yogya. Saya tunjukin deh post card itu ke dia biar dia milih sendiri gambar yang dia suka. Nah salah satu gambar post card tersebut adalah gambar Borobudur. Saya jelasin aja beberapa hal yang saya tahu tentang Borobudur bahwa Borobudur dibangun tanpa semen sedikit pun, hanya batu yang disusun2 sampe bisa kokoh kayak gitu. Trus Borobudur adalah temple terbesar se-Indonesia *ya nggak sih? atau bahkan se-Asia Tenggara?

Saya ceritain juga bahwa kalo mau lihat wajah Indonesia sebenarnya tuh wajib dateng ke Yogyakarta. Soalnya Yogyakarta jauh lebih tradisional daripada Jakarta dan Bandung yang terlalu penuh orang dan terlalu metropolitan. Saya kasih contoh aja, if Jakarta is like Tokyo, Yogyakarta is like Kyoto. Baru deh dia ngeh. Trus saya cerita juga kalo di Yogya lebih banyak foreigner karena emang lebih touristy daripada Bandung. “Heee..” katanya dengan nada khas Nihonjin ๐Ÿ˜€

Saya jadi agak sedih menyadari fakta bahwa banyaakk banget kekayaan Indonesia yg kurang terpublikasikan dengan baik di mata dunia. Contohnya ya Yogyakarta ini. Aduh namanya ngelilingin Yogya, saya biar tiap tahun ke sana, ga pernah bosen2 tuh. Soalnya suasanya tenang, ga banyak gedung2 tinggi, njawani, dan sangat Indonesiawi :”>
Sayangnya selama ini tourism Indonesia cuma berpusat ke Bali doang ๐Ÿ˜ฆ Padahal mau beli apa2 Bali kan mahal.

Nah saya jadi inget lagi. Saya juga cerita kalo Yogyakarta itu termasuk kota dengan harga barang2 termurah se-Indonesia. Saya cerita kalo dengan hanya 3000 perak kita bisa makan nasi plus lauk (nasi kucing itu loh). Eh dia surprised lagi secara 3000 rupiah itu kan cuma 30 yen yang kalo dipake nelpon di telpon umum paling juga cuma bisa 3 detik >_<

Tentang Bioskop

Saya nanya, kalo nonton bioskop di Jepang mahal ga? Kata dia, iya mahal, sekitar 1000-an yen. Trus saya bilang, kalo di Indonesia yang paling murah 250 yen. “Hee..” dia kaget lebay lagi -___-”

—————————————————————————————————————————————————-

Selain obrolan2 di atas, kami juga banyak ngebahas tentang bahasa Jepang. Kebanyakan sih saya nanya2 yang saya ga tahu. Trus dia nyaranin buat gabung di http://www.lang-8.com. Di situ, kita bisa nulis diary dalam bahasa apa pun, ntar bakal ada native yang dengan sukarela mengedit grammar2 kita yang salah.

Daann kesimpulan dari obrolan2 bareng Shota adalah, “Indonesia is unbelievable!” for him. Hahaha ๐Ÿ˜€

Eh tetangga sebelah alias Riri, Nanda, Yusuke, sama Yohei malah asik ngegosipin semua orang -__-” Kayak si A deket sama B, dll yang ga tega saya omonginnya, sapa tau salah, takut jadi fitnah ๐Ÿ˜› Saya ama Shota sih ga ikut ngegosip, tapi ngobrolin yang lebih bermutu *halah sok ๐Ÿ˜› Tapi seru juga ternyata si orang2 Jepang ini pada asik2 banget diajak ngobrol sampe bisa berbagi rahasia gosip kayak gini. Haha..

Sementara di row paling belakang, Dita, Kyoko, sama Daiki tidur. Shinkai, Yuki, Ridha ngobrolin lagu2 anime. Sumpah Ridha expert banget deh. Semuaaaa lagu anime dia inget. Trus akhirnya kita semua pada ikut2an nyanyi deh. Ga nyangka ternyata di masa kecil kami yang di Indonesia dan Jepang ini sama animenya. Aaahh mukashi na..

Trus beberapa lagu kayak Doraemon dan Shinchan, kami nyanyiin bareng2, tapi bedanya, yang Indonesia nyanyi pake bahasa Indonesia, yang Jepang pake bahasa Jepang..Aaaahh seru bangat paraaahhh ย \^o^/

Pokoknya 2 row paling belakang bis ini biangnya keributan. Berisik abis >_< Tapi jadinya di bis seru banget dan ga membosankan. Saya bener2 ga tertidur sedetik pun gara2 temen2 yang menyenangkan ini ๐Ÿ™‚ Di sini bener2 keluaaarr semua aslinya. Ga ada yang jaim2an ๐Ÿ™‚

Lah ini yang diceritain malah cuma bagian seru2an di bisnya, bagian kunjungan ke perusahaannya mana? Ahaha..

Kunjungan di perusahaan pertama yaitu KICC cukup menarik. Soalnya mereka ngejelasin perusahaan itu bergerak di bidang apa, trus fasilitasnya ada apa aja. KICC ini merupakan gabungan perusahaan2 Jepang yang bergerak di bidang otomotif, akibatnya, banyak sekali warga Jepang yang bekerja di sana dan tinggal di kompleks perumahan di Karawang ini. Presenternya sendiri 4 orang bapak2 asli Jepang. Selesai presentasi, beberapa mahasiswa Jepang terlihat tertarik untuk bekerja di sana, salah satunya Seiya. Dia sampe nanya2 banyak hal ke bapak yang presentasi tadi.

Kalo perusahaan kedua, PT. Horiguchi, saya kurang paham. Soalnya jurusan mesin banget. Udah gitu yang presentasi kan ibu2 orang Jepang, dan beliau ngomong bahasa Inggrisnya kurang jelas >_< Tapi saya salut banget sama Ibu ini. Beliau umurnya udah 60-an tapi beliau sendiri lah yang memimpin perusahaan cabang Indonesia ini sejak beliau muda. Dan hingga setua ini, beliau tetap terlihat sehat dan bersemangat, lho! Salut sama Ibu ^^d

Di antara kunjungan ke perusahaan pertama dan kedua, karena hari ini hari Jumat, yang cowo Muslim pada solat jumat di masjid terdekat, sementara yang lain bisa makan duluan di sebuah restoran yang menunya makanan sunda. Hari ini kami makan di restoran sunda yang cukup mewah di daerah Karawang tersebut. Terus temen2 Jepang semua disuguhi minuman yang sama yaitu es markisa. Ternyata ini pertama kalinya mereka liat buah markisa trus pada bingung cara makannya. Atau jangan2 di antara yang baca ini juga belum pernah liat markisa? Kayak gini bentuknya *haha ย penting abis

Saya jadi bener2 menyadari bahwa tinggal di negara tropis itu is a gift from God. Di negara tropis terdapat beragam jenis buah yang aneh2, sayuran, tumbuhan, hewan, dll yang belum tentu ada di negara lain. Ibarat kata, lempar biji tanaman apa pun ke tanah tropis, pasti tumbuh deh ga usah diurus juga. Subhanallah, selama ini I just took it for granted ๐Ÿ˜ฆ

Oh iya, btw, ternyata ada 2 teman Jepang kami yang mirip artis, yaitu Yohei dan Shinkai! Ini foto kemiripannnya ๐Ÿ˜€

Singkat kata, setelah dari PT. Horiguchi, kami pun kembali ke Bandung dengan tujuan Ciwalk. Sesampainya di Ciwalk, kami meng-guide temen2 Jepang untuk beli batik dan souvenir di sekitar Jl. Cihampelas. Saat ini, kebanyakan pada misah2 ama temen Jepangnya masing2. Saya sih tetep bareng temen sebangku saya aja si Shota. Si Dita malah kabur sama Seiya, Kentaro, dan sapa gitu satu lagi untuk jalan2 keliling Braga dengan nebeng mobilnya Kodil -__-”

Abis itu kami kumpul rame2 lagi dan makan malam di ciwalk setelah itu jalan2 sebentar. Acara malam ini cuma sampe jam 8. Abis itu saya dan Riri misah dari rombongan yang kembali ke ITB dengan bus. Saya dan Riri beli oleh2 tambahan buat kelompok kami di sekitar jalan Cihampelas dulu.

Pulangnya, saya ngebungkus2in oleh2 dan nulis2in kartu pos buat temen2 Jepang. Heu, ga kerasa sudah mendekati hari-hari akhir acara ini..sedih..

IUES 2012: Sweet Escape Day #4

Standard

Jadi ceritanya seminggu ini saya lumayan sibuk sehingga tidak sempat membuat tulisan lanjutan mengenai hari-hari selama IUES. Dan ceritanya pula saya pun jadi menyadari bahwa membuat tulisan dalam bahasa Inggris membutuhkan waktu yang lebih lama daripada menggunakan bahasa Indonesia. Karena itu, catatan 5 hari ke depan kayaknya bakal saya tulis dalam bahasa Indonesia aja deh. Lagian di postingan kali ini, bakal banyak ngomongin beberapa orang Jepang, jadi ga enak aja klo tiba2 ada yang baca dan mereka ngerti. Hehe.. ๐Ÿ˜›

Day #4: Presentation Day

Hari ini diawali dengan menyelesaikan paper dan presentasi yang akan dipresentasikan jam 1 nanti. Malam sebelumnya kami udah janjian untuk kumpul di gerbang depan jam 8. Dan kami juga sepakat untuk memakai dresscode, yang cowo pake baju putih, yang cewe pake baju pink.

Saya sampe di gerbang depan tepat jam 8. Dan sesuai dugaan saya, 3 orang Jepang temen sekelompok saya udah nunggu dengan anteng di pinggiran. Setelah menyapa mereka sejenak, saya ijin buat beli sarapan *Indonesia bgt deh, udah datengnya ngepas, belum sarapan pula >_<

Abis beli sarapan, temen2 dari Madania High School baru pada dateng. Setelah itu kami langsung masuk ke dalam kampus untuk nyari spot yang oke buat bikin tugas. Eh tapi sebelumnya sempet foto2 dulu di depan spanduk publikasi acara IUES ๐Ÿ˜€

Setelah itu kami mencoba mencari tempat di labtek 5 lantai 2 yang ada meja-kursi yang nempel itu. Sesampainya di labtek 5 lantai 2 yang bagian di depan TU EL, ternyata mejanya cuma ada 1 instead of 2, dan itu pun penuh sama orang. Karena bingung, kami pegangan kami pun duduk di lantai depan mading untuk sementara.

Selagi duduk2 sambil bingung itu, Todo-san tiba2 nanyain toilet di mana. Langsung aja saya kasih tau toilet labtek 5 lantai 2 yang untungnya cukup bersih dibanding toilet2 lain di ITB. Ga beberapa lama setelah Todo-san, Seiya juga nanyain lokasi toilet.

Tidak lama setelah Seiya ke toilet, Todo-san balik dari toilet. Trus ditunggu sampe lama banget si Seiya ga balik-balik. Karena saya khawatir dia nyasar, saya tanya Todo-san tadi ketemu Seiya ga di toilet. Katanya Todo-san, “Iya ketemu kok. Tapi tadi dia bilang dia sakit perut”.
Oh, no wonder Seiya lama di toiletnya. Tapi karena saya khawatir dia kenapa-kenapa, saya susul lah ke toilet. Eits, ga masuk loh ya. (niatnya) cuma nungguin di luarnya.

Sesampainya di depan toilet yg tak lain dan tak bukan ada di selasar basis data, ternyata meja-kursi yang nempel itu dipindahin ke situ. Ya udah deh saya langsung balik ke depan TU EL untuk mengajak yang lain pindahan ke selasar basdat.

Abis pindahan, si Seiya masih ga keluar2 juga dari toilet. Dan saya baru inget kalo toilet Indonesia kan ga ada tissuenya. Dan seinget saya Seiya ga bawa tissue ke toilet >_< Aaa, Seiya, are you alright inside there? ๐Ÿ˜ฆ

Akhirnya setelah sekian lama, Seiya pun keluar dari toilet. Saya cuma bisa nanya, “Seiya, daijoubu?” Padahal saya sebenernya pengen nanya, gimana tissue nya, bisa ga nge-flush toiletnya, dll, tapi ga berani soalnya ga tega juga ngebayangin menderitanya dia di dalam sana >_< Semoga kamu tidak kapok dengan toilet Indonesia ya, Seiya ๐Ÿ™‚

Sekitar jam 9 Zahrina pun datang, tapi Riri belum bisa datang karena masih mengerjakan tugas kuliahnya. Maka kami pun mulai mengerjakan paper dan presentasi dengan dibagi menjadi 2 kelompok kecil. Saya, Shiba, Ito-san, dan Zahrina mengerjakan paper. Bien, Seiya, dan Todo-san mengerjakan presentasi. Beberapa lama setelah mulai mengerjakan, Riri menelepon saya dengan panik dan menyuruh saya turun ke depan sekre HMIF. Saya pun turun dan bertemu Riri yang heboh karena merasa salah kostum. Dia pake baju pink, tapi modelnya agak aneh gitu menurut dia. Akhirnya dia meminta izin untuk pulang lagi dan berganti baju. Sabar ya, Riri.. *pukpuk

Daann pada jam 10.00 akhirnya semua anggota tim lengkap sudah, dan kami pun mengerjakan tugas-tugas hari ini dengan mengobrol riang gembira \^o^/. Dari sini, baru ketauan kalo Seiya orangnya rame banget dan suka ngobrol *walopun dengan wajah datar tanpa ekspresi. Ito-san walopun pendiem, tapi sekalinya ngomong lucu banget >_< Todo-san sering diem dan wajahnya keliatan mikir, abis itu senyum2 sendiri. Tapi pas ditanya, kenapa senyum2, dia cuma geleng2 dan ga mau jawab -___-”

Dan hari ini juga sebenernya saya merasa berdosa sama Seiya >.< Jadi kan ceritanya saya, Shiba, Riri, dan Zahrina sama2 setuju kalo Seiya ini lucu kayak boyband Korea ๐Ÿ˜› Jadi setiap Seiya melakukan sesuatu atau mengeluarkan ekspresi lucu, kami sering ngomongin dia pake bahasa Indonesia, tepat di depan dia! Kayak “lucu banget sih, fix banget lucunya” Haha..udah kayak pelarian gara2 ga bisa ketemu boyband Korea yang aslinya aja :PAstaghfirullah, parah banget siihh >.< Ya tapi karena Seiya-nya ga ngerti, dia tenang2 aja ngerjain tugas dan ga berekspresi apa pun. Btw, ga dosa lah ya, kan ngomongin orangnya ga di belakang tapi di depannya. Lagian juga bukan ngomongin yang jelek kok ๐Ÿ˜›

Sesuai jadwal yang ditentukan panitia, jam 1 kami sudah harus ada di ruangan 9311 tempat diadakannya presentasi. Mendekati jam 1, alhamdulillah semua pekerjaan kami sudah selesai, udah makan plus solat juga bagi yang mengerjakan. Nah sambil beres2in barang2 kami yang berserakan di meja, saya dan Riri berpikiran, gimana kalo bikin yel2 kelompok. Kami pun mengutarakan ide tersebut pada Todo-san, Ito-san, dan Seiya. Mereka sempet berpandang2an bingung dan kayak berpikir gitu.

Trus akhirnya Ito-san bilang, “kalo ntar suasanya serius, kayaknya mending kita jangan melakukan hal itu deh.”

Trus saya dan Riri, yang udah menduga suasanya ga mungkin serius namun kami maklum sama orang Jepang yang ga fleksibel, kami pun mengiyakan saja. Trus sambil jalan menuju 9311, saya denger Seiya ngobrol sama Ito atau Todo gitu saya lupa, pake bahasa Jepang yang untungnya saya ngerti. Intinya mereka bilang bahwa orang Jepang ga biasa melakukan hal2 kayak yel2 gitu saat presentasi. Hadeehh… -___-”

Sesampainya di 9311, ternyata kami kelompok terakhir yang datang ๐Ÿ˜› Tapi belum mulai sih, jadi santai *Indonesia banget. Presentasi dimulai sekitar jam setengah 2 kayaknya. Dan ternyata bener lah, suasananya serius >_< Dari kelompok 1 sampe 3 ga ada yang aneh2, well-mannered khas orang Jepang gitu deh. Ya udah, karena temen2 kelompok kami yang orang Jepangnya bukan tipe yang nyeleneh, kami pun memutuskan, ya udah ga usah pake yel2 *walopun saya pribadi masih ngerasa klo kami nampilin yel2 bakal bisa mencairkan suasana.

Setelah kelompok 3 selesai presentasi ada break sebentar. Abis itu baru dilanjutin sama presentasi kelompok kami. Yeay! Saya pun meminta tolong Yuki yang duduk di bagian depan audience untuk ngefoto2in kelompok saya saat presentasi *Yuki baik banget >_< makasih Yukiiii

Presentasi kelompok kami berjalan dengan lancar. Saya sempet merhatiin audience pada saat kami presentasi. Saya lihat banyak jg yang serius mendengarkan dan manggut2, walopun ada jg beberapa yang tidur >_< Udah gitu, sayangnya, di akhir ga ada yang nanya dong! Ini antara emang kami ngejelasinnya jelas banget atau saking ngeboseninnya sampe ga bisa dimengerti ๐Ÿ˜ฆ Tapi, begitu presentasi selesai dan saya ngambil kamera saya di Yuki, dia bilang “it’s a very good presentation” Waaa, ga tau ini emang karena orang Jepang baik dan suka memuji aja atau emang beneran bagus, ahaha..

Begitu selesai presentasi kelompok 6, ga disangka-sangka, ternyata ada presentasi dari beberapa murid Jepang tentang TUT. Tapi presentasinya ini bukan presentasi serius2 tentang jurusan2 yang ada di TUT, tapi lebih ke kehidupan sehari-hari mahasiswa TUT. Nah yang maju melakukan presentasi ini ada 5 orang, dan 5 orang tersebut adalah 5 good-looking guys-nya mahasiswa TUT, yang tingginya kurang lebih sama semua, dan yang paling gaulnya gitu. Hahaha, udah kayak ngeliat boyband, beneran deh. Mereka adalah Daiki, Oishi, Shota, Seiya, dan Kentaro. Ini foto mereka *ga terlalu jelas yah? Tapi beneran kayak boyband kan? ๐Ÿ˜€

Presentasi mereka diawali dengan video singkat tentang kampus TUT yang kayaknya mereka bikin sendiri. Jadi di video ini kita dikasih liat penampakan TUT dari gerbang depan, trus muter2, berhenti di beberapa bangunan penting kayak asramanya mahasiswa Jepang, asrama mahasiswa asing, dll, sampe balik ke gerbang depan lagi. Menurut saya videonya bagus, berjiwa muda *halah, dan bikin kita jadi tau penampakan fisik kampus TUT itu kayak gimana sih.

Nah abis itu presentasi dilanjutkan dengan kegiatan sehari2 mereka2 yang di depan itu. Mulai dari Seiya

Trus Shota

Abis itu Daiki

Abis itu harusnya sih Oishi dan Kentaro, tapi saya nggak nemuin foto slidenya di mana pun ๐Ÿ˜ฆ

Nah selain mereka yang di depan, ada juga 1 slide tentang jadwal sehari2 mahasiswa berprestasi, yaitu Ito-san!! Bukan berarti yang di depan ini ga berprestasi, tapi mereka kayaknya pengen ngasih liat jadwal mahasiswa yang baik itu seharusnya kayak gimana sih. Haha.

Dari presentasi ini jd rada-rada keliatan sifat2 asli mereka. Misalnya Seiya yang rajin mandi (2x sehari, Indonesia banget >_<). Trus Shota yang sukanya gambling (horse race sama pachinko -___-). Daiki si mahasiswa normal yang seimbang antara kuliah dan kegiatan lainnya ๐Ÿ˜€ Dan Ito-san yang rajin belajar (11 jam sehari bookk!!).

Sekitar setengah jam presentasi mereka ga kerasa gara2 presentasinya menarik banget *atau presenternya yang menarik? hahaha

Setelah presentasi ini selesai, entah kenapa, suasana berubah jadi kayak perpisahan. Tiba-tiba semua pada tuker2an souvenir dan berfoto-foto dengan gaya aneh. Contohnya yang kebetulan paka baju pink iseng foto bareng, trus ada juga Seiya, dan Kyoko dipakein jilbab! Cantik banget dua2nya!! ๐Ÿ˜€

Hari ini bener2 baru kerasa deketnya satu sama lain >_<

Sebenernya ga ingin hari ini berakhir, tapi apa daya jam pun sudah menunjukkan waktu solat maghrib. Setelah foto rame2 semuanya, acara hari ini pun disudahi..

PS: Sebenernya, malam ini, mahasiswa TUT-nya bakal latian performance, jadi kami dari ITB pun latian performance juga. Kemudian besok kami akan jalan2 ke Karawang untuk melihat kota industri. Dan kami bakal satu bis sama merekaa!! yeaahh, pasti rame banget besookk!! Can’t wait!! >_<