Tag Archives: makanan halal Singapore

Tips Independent Traveling untuk Pemula (Part 2)

Standard

Wah ga kerasa udah D-2 dari rencana trip saya ke Mal dan Sg. Selama 10 hari dari postingan terakhir, saya sibuk mengerjakan macem-macem, mulai dari working stuffs, JLPT preparation, and of course, trip finishing plan. Hufft >_<

So, setelah di postingan sebelumnya saya membahas persiapan awal untuk traveling independen bagi pemula, sekarang saya akan membahas persiapan lanjutannya. Semoga bermanfaat! ^_^d

Tentukan Tema Jalan-jalanmu

Saat datang ke suatu negara, sebenarnya banyaakk sekali yang bisa kita explore dari negara tersebut, tidak hanya tempat-tempat wisata yang memang sudah sering kita dengar dipromosikan oleh kementrian pariwisata negara tersebut.

Karena itu, untuk dapat menentukan tempat-tempat yang ingin kamu datangi, terlebih dahulu tentukan tujuan utama traveling-mu kali ini. Apakah wisata budaya? wisata kuliner? wisata alam? wisata bawah laut? shopping? atau yang lainnya?

Jika ini adalah pertama kalinya kamu ke negara tersebut dan waktumu singkat, menurut saya yang paling tepat adalah mendatangi landmark-landmark yang menjadi ciri khasnya, sekaligus mencoba beberapa makanan khas utama negara tersebut. Tapi kalo waktumu panjang, jangan ragu-ragu,coba saja semuanya! Kapan lagi ada di negara itu, belum tentu di masa depan akan ada kesempatan mengunjungi negara itu lagi >_<

Susun Rencana Perjalanan

Nah, karena ini pertama kalinya saya ke Mal dan Sg, tempat-tempat yang saya rencanakan untuk saya datangi adalah tempat-tempat mainstream yang didatangi turis kalo ke sana :P Tempat-tempat tersebut antara lain mencakup:

Untuk Malaysia:

1. Landmark utama: Twin Tower, KL Tower
2. Pusat perbelanjaan: Pasar Seni, Petaling Street, KLCC
3. Wisata kuliner: Jalan Alor
4. Pusat hiburan: Bukit Bintang, Genting Highland
5. Tempat peribadatan: Masjid Negara, Masjid Jamek, Batu Caves
6. Pusat pemerintahan: Putrajaya, Merdeka Square

Untuk Singapore:
1. Landmark utama: Merlion, Esplanade, Marina Bay Sands
2. Pusat perbelanjaan: Bugis, Little India, China Town, IKEA, Orchard road
3. Wisata kuliner: Seoul Garden, The Banquet
4. Pusat hiburan: Clark Quay, Vivo city, Sentosa Island, Suntec city
5. Tempat peribadatan: Masjid Sultan, Masjid Al Falah
6. Taman: Garden by the bay

Hitung Budget

Dari tempat-tempat yang sudah kamu tentukan akan kamu datangi, cari tahu tempat mana yang perlu ada tiket masuk, wahana mana yang harus bayar, serta transportasi apa untuk mencapai tempat tersebut dan berapa biayanya. Dari situ kamu bisa menghitung budget utama yang akan kamu keluarkan.

Untuk trip ke Mal, saya mematok budget transport dalam sehari RM 10, sedangkan untuk trip ke Sg, saya mematok budget transportnya SGD 7. Selain itu ada juga tambahan beberapa wahana yang memerlukan tiket masuk, seperti skyway menuju Genting Highland, Snow World dan Museum Ripley’s di Genting, pertunjukan Song of The Sea, serta beberapa wahana di Sentosa Island.

Kemudian tentukan juga dalam sehari kamu mau menghabiskan berapa duit untuk makan. Mungkin ada satu hari yang budget makannya sedikit, tapi di hari lain karena kamu ingin mencoba makanan tertentu yang lebih mahal, ada budget tambahan yang harus dikeluarkan.

Untuk trip ke Mal, saya mematok budget makan dalam sehari RM 15 dengan asumsi sekali makan RM 5 dan makan 3x. Sedangkan untuk trip ke Sg, saya mematok budget makan dalam sehari 12 dengan asumsi sekali makan 4 dan makan 3x. Tapi, khusus untuk kuliner di Sg, saya berencana mencoba Seoul Garden, restoran khas Korea yang bersertifikasi halal. Loh, jalan-jalan di Sg kok malah makan makanan Korea? Hehe, gapapa, abis belum dapet kesempatan pergi ke negaranya langsung :P Lagian kalo di negaranya sana, belum terjamin kehalalannya >_< Btw, restoran Seoul Garden ini juga ada di Jakarta loh, kalo ga salah di PIM.

Lalu, list siapa saja yang mau kamu beri oleh-oleh sepulangnya dari negara tersebut, dan tentukan budgetnya.

Terakhir, siapkan juga sejumlah uang untuk keperluan tak terduga atau jajan-jajan tambahan.

Oiya, jangan lupa juga menambahkan budget ini dengan biaya penginapan yang sudah dibahas di postingan sebelumnya, ya! :)

So, setelah dihitung-hitung dari semua perintilan di atas, saya “hanya” memerlukan masing-masing RM 250 dan SGD 250, lho! Kalo dirupiahin dengan kurs 1 RM = IDR 3200 dan 1 SGD = IDR 7800, maka saya “hanya” memerlukan  IDR 2.750.000 untuk trip selama seminggu ini! Murah apa mahal ya? Hehe, itu sebenarnya relatif. Silakan kamu menilai sendiri :)

Tukar Uang

Untuk penukaran uang ini, ada trik-trik khusus yang saya terapkan.

    1. Tukarkan uang ke beberapa pecahan agar untuk beberapa keperluan, kamu tiak memerlukan kembalian. Sebagai contoh, harga sewa kamar saya di Mal adalah RM 60 untuk 2 malam (liat di postingan sebelumnya). Jadi saya usahakan ada pecahan 50 dan 10 ringgit yang saya tukarkan. ya, kira-kira seperti itulah.
    2. Ada beberapa negara yang nilai beli mata uangnya lebih mahal di negaranya daripada di Indonesia, namun ada juga yang sebaliknya. Waktu saya ke Jepang tahun lalu, saat itu nilai tukar JPY 1 di Indonesia sebesar IDR 100, sedangkan waktu di Tokyo, nilai tukarnya menjadi 120. Lebih mahal kan? Lain halnya dengan Sg. Seorang teman memberi tahu nilai tukar SGD di Sg lebih murah daripada di Indonesia. Jadi kalo mau irit, tukarkan sedikit saja di Indonesia untuk keperluan awal, lalu bawalah rupiah untuk ditukarkan di sana.

Well, mari kita buktikan apakah benar demikian! :)

Packing!!

Salah kostum is a big no-no untuk seorang traveler >_< Sebelum kamu pergi ke suatu negara, lakukanlah riset kecil-kecilan, bagaimana kondisi cuaca saat kamu datang nanti. Untuk negara tropis seperti Mal dan Sg (atau negara-negara Asia Tenggara lainnya) sih mudah saja, karena tidak jauh berbeda dengan Indonesia, yaitu cuaca hangat sepanjang tahun. Bawalah baju-baju yang nyaman untuk jalan-jalan. Namun karena ada kemungkinan hujan yang tidak diduga-duga, bawa payung juga, ya! Ga asik kan kalo jadi ga bisa ke mana-mana hanya gara-gara hujan >_<

Sementara untuk negara sub tropis, pastikan dulu lagi musim apa di saat kamu datang nanti. Btw, waktu 4 musim di negara sub tropis yang di utara dan selatan berbeda, lho. Jadi jangan sampe salah perkiraan ya. Hanya karena di Inggris winternya bulan Desember, bukan berarti di Australia juga, namun justru kebalikannya. Australia yang bagian selatan malah lagi summer pas waktu itu.

Lalu, lihat juga di antara tempat-tempat yang kamu datangi, adakah yang memerlukan kostum khusus. Seperti saya yang akan ke Genting. Karenanya katanya Genting itu dingin banget, jadi saya sudah menyiapkan jaket dan syal untuk bekal perjalanan ke sana karena saya cenderung kurang tahan dingin.

Selain kostum, terdapat beberapa perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu:

  1. Perlengkapan mandi: Bawalah pack-pack kecil yang sekarang sudah banyak dijual. Untuk sampo, bawa sachet saja supaya habis dipake bisa langsung dibuang dan mengurangi bawaan pulang. Untuk handuk, jika tidak disediakan di hostel/hotel, bawa saja handuk kecil supaya ga ngeberat-beratin.
  2. Gadget: kamera dan chargernya, hp dan chargernya, laptop dan chargernya, dan lain-lain sesuai kebutuhanmu. Pastikan juga jenis colokan di negara tersebut sama atau nggak dengan di Indonesia. Jika tidak, jangan lupa bawa converter, ya!
  3. Alas kaki: kalo saya selalu bawa sepatu yang nyaman seperti crocs, dan sandal jepit untuk jaga-jaga. Tapi kalo ke negara yang lagi winter, kayaknya sih perlu bawa sepatu boot ya :-?
  4. Obat-obatan: obat-obatan standar yang selalu saya bawa adalah antimo, tolak angin, new diatab, panadol, dan obat flu. Selain itu saya juga bawa balsem yang serba guna, bisa buat sakit perut, pusing, ataupun digigit serangga. Bawa juga plester dan hand sanitizer.
  5. Kosmetik: yang saya maksud kosmetik di sini bukan untuk make-up kondangan gitu, lho, namun semacam sunblock untuk yang kulitnya ga tahan panas (tergantung cuaca sih), lip balm untuk yang bibirnya sensitif, dan lotion (supaya kulit ga kering di musim dingin).
  6. Lain-lain: kacamata hitam, topi, plastik untuk baju kotor, hanger untuk gantung baju (bawa sedikit saja), kaos kaki, dan lain-lain according to your preferences :)

Yah seperti inilah segelintir persiapan yang sudah saya lakukan. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan untuk perjalanan ke negara lainnya.

And finally, let’s see whether all goes according to plan >_< I’ll report after I get back later :) Wish me a safe trip, ya!!! ;)

“Dan berencanalah kalian, Allah membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana.” (Ali Imran: 54)